Proses Control Terminology

Proses Control Terminology

Setelah sekian lama belum posting artikel2 baru, dikarenakan kesibukan TA dan kerja, maka untuk itu, saya kembali lagi untuk ingin berbagi wacana dan pengetahuan tentang Basic Engineering.

Dimana kali ini akan dibahas tentang proses Control Terminology. Proses control terminolgy ini meliputi Accessories, Actuator, Backlash, Capacity, Closed Loop Control Systems,  Open Loop Control Systems, Controller, Dead Time, Jenis Process Variable, Process Instrument, Measurement, Control, Manipulation.

yang pertama yaitu Accessories yang merupakan Alat yang terpasang pada actuator untuk melengkapi fungsi dan kerja dari actuator  sehingga menjadi unit kerja yang utuh. Contoh : positioner , regulator, solenoid, dan limit switch.

Kemudian Actuator merupakan Alat untuk membuka atau menutup control valve dimana sumber penggeraknya dapat      berupa  : Pneumatic, Hydraulic, atau secara Elektris

Backlash merupakan Nama umum yang diberikan untuk membentuk dead band yang dihasilkan dari discontinuity  sementara  antara input dan output dari sebuah device, contoh  bilamana input dari device mengalami perubahan arah. Slack atau mengalami  renggang atau terlepas dari  sambungan secara mekanis.

Capacity atau valve merupakan Rate dari suatu aliran (Flow) yang melalui Valve dimana telah ditentukan besarannya.

Closed Loop Control Systems, untuk yang ini mesti nya para mahasiswa teknik instrumentasi sudah tahu yaitu Sistem kontrol dimana informasi mengenai process variable secara kontinyu memberikan feed back (umpan balik)  ke controller untuk memberikan masukan, guna mengkoreksi process variable secara otomatis  (untuk gambar closed loop control system ini dapat anda dapat kan di google. hehehehe).

Open Loop Control Systems merupakan sistem kontrol dimana outputnya tidak mempunyai pengaruh terhadap komponen controller (untuk gambar closed loop control system ini dapat anda dapat kan di google. hehehehe).

Controller merupakan : Alat yang beroperasi secara otomatis dengan menggunakan algorithm  untuk mengontrol variabel kontrol. Dimana controler input menerima masukan dari status  process variabel dan selanjutnya akan memberikan output signal yang sesuai ke final control element

Dead Time merupakan Interval waktu, time delay  atau respon dari sebuah systems . contoh : Delay pada action controller, delay pada actuator operation.dll. Dimana input x(t) dan  output adalah y(t)      Y(t) = x(t – T)  dimana T adalah dead time

Jenis Process Variable yaitu terdapat bermacam2 diantara nya :

Pressure                                 Level                           Conductivity                  Flow

Temperature                            Mass                           Mass                            Specific Gravity

Density                                   Consistency                 Speed                           Force

Load                                       Torque

Process Instrument yaitu Alat yang digunakan baik secara langsung maupun tidak untuk  menampilkan satu atau lebih dari tiga fungsi dibawah yaitu :

Measurement : Pengukuran  dari sebuah variable

Control : Menghasilkan process variable yang dipertahankan pada  nilai yang telah ditentukan, dalam limit yang telah ditetapkan.

Manipulation : Memerintahkan Final Control Element agar secara langsung merubah Process Variable yang berfungsi untuk mengontrol dari Process Variable lainnya

 

Cukup sekian dulu artikel yang dapat saya tulis tentang Proses Control Terminology yang terdapat pada ilmu BASIC ENGINEERING. Masih banyak lagi artikel tentang BASIC ENGINEERING ini. Dan pasti saya usahakan untuk membaginya kepada saudara2 ku ini. Ditunggu aja artikel selanjutnya. Dan cukup sekian and

SALAM PERSAUDARAAN

 

 


MEMPERCEPAT KONEKSI INTERNET PADA MOZILA FIREFOX

MEMPERCEPAT KONEKSI INTERNET PADA MOZILA FIREFOX

Langkah – Langkah yang harus dilakukan adalah :

1. Ketik di address bar Mozilla Firefox, “about:config”Scroll kebawah, cari entries sbb:network.http.pipeliningnetwork.http.proxy.pipeliningnetwork.http.pipelining.maxrequestsNormalnya browser request ke halaman web satu kali.Bila kita enable pipelining, browser akan request beberapa kali dalam satu saat,ini akan mempercepat page loading.


2. Isi entries sbb:Set “network.http.pipelining” ke “true”Set “network.http.proxy.pipelining” ke “true”Set “network.http.pipelining.maxrequests” ke sembarang bilangan, 30 (misal).ini akan membuat Browser melakukan 30 requests sekali jalan.


3. Klik kanan di sembarang tempat d dlm halaman browser, dan select New-> Integer.Beri nama “nglayout.initialpaint.delay”, dan set value ke “0″.Value= hitungan waktu tunggu browser sebelum bereaksi terhadap informasi yg sampai.Akan lebih terasa bila memakai koneksi broadband, loading halaman bisa 2-30x lebihcepat.

kalau bingung ini gambar nya :

langkah pertama :

langkah kedua :

Baca selebihnya »

Cara memperbaiki Windows XP tanpa instalasi ulang

Cara memperbaiki Windows XP tanpa instalasi ulang
Berikut tahapan2 sesuai dengan jenis kesalahan.


1. Memperbaiki Instalasi (Repair Install)

Jika Windows XP Anda rusak (corrupted) dimana Anda tidak mempunyai sistem operasi lain untuk booting,
Anda dapat melakukan perbaikan instalasi (Repair Install) yang bekerja sebagaimana setting (pengaturan)
yang awal.

- Pastikan Anda mempunyai kunci (key) Windows XP yang valid.
- Keseluruhan proses akan memakan waktu kurang lebih 1/2 atau 1 jam, tergantung spek komputer Anda.
- Jika Anda dimintai password administrator, sebaiknya Anda memilih opsi perbaikan (repair) yang kedua,
bukan yang pertama.
- Masukkan CD Windows XP Anda dan lakukan booting dari CD tersebut.
- Ketika sudah muncul opsi perbaikan kedua R=Repair, tekan tombol R
Ini akan memulai perbaikan.
- Tekan tombol F8 untuk menyetujui proses selanjutnya “I Agree at the Licensing Agreement”
- Tekan tombol R saat direktori tempat Windows XP Anda terinstal. Biasanya C:\WINDOWS
Selanjutnya akan dilakukan pengecekan drive C: dan mulai menyalin file-file.
Dan secara otomatis restart jika diperlukan. Biarkan CD Anda dalam drivenya.
- Berikutnya Anda akan melihat sebuah gambar “progress bar” yang merupakan bagian dari perbaikan,
dia nampak seperti instalasi XP normal biasanya, meliputi “Collecting Information, Dynamic Update,
Preparing Installation, Installing Windows, Finalizing Installation”.
- Ketika ditanya, klik tombol Next
- Ketika ditanya untuk memasukkan kunci, masukkan kunci (key) Windows XP Anda yang valid.
- Normalnya Anda menginginkan tetap berada dalam nama Domain atau Workgroup yang sama.
- Komputer akan restart.
- Kemudian Anda akan mempunyai layar yang sama sebagaimana pengaktifan sistem ketika instalasi normal.
- Register jika Anda menginginkannya (biasanya tidak diperlukan).
- Selesai

Sekarang Anda bisa log in dengan account Anda yang sudah ada.

__________________________________________________ __________________________________________________ ___

2. NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

Jika Anda mendapati pesan error bahwa “NTOSKRNL not found” / NTOSKRNL tak ditemukan, lakukan:
- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
- Biasanya #1
- Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada.
- Tulis: CD i386
- Tulis: expand ntkrnlmp.ex_ C:\Windows\System32\ntoskrnl.exe
- Jika Windows XP Anda terinstal di tempat lain, maka ubahlah sesuai dengan lokasinya.
- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

__________________________________________________ __ Baca selebihnya »

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN LEVEL

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN LEVEL

Sering kita sebagai mahasiswa instrumentsi di sibukkan dengan tugas2 mata kuliah yang ada dan salah satu nya yaitu teknik pengendalian. Ada beberapa macam pengendalian yang ada di dalam nya.  Untuk kali ini akan di bahas pengendalian level. Berikut merupakan contoh perancangan sistem pengendalian. Semoga bermanfaat bagi temen2 yang membutuh kan nya.,.,

Perancangan Sistem Pengendalian Level

JURNAL PRAKTIKUM PENGENDALIAN ON-OFF

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam suatu pengendalian proses dikenal berbagai jenis cara  salah satunya adalah proses pengendalian on-off. Pada proses pengendalian jenis ini hanya akan terdapat 2 jenis outputan yaitu bersifat low dan high. Proses penendalian ini apabila digunakan untuk mengendalikan buka tutup control valve maka bukaan control valve hanya akan bisa 0% atau 100%..Syarat utama untuk memakainya adalah bukan untuk menghemat biaya pembelian unit controller melainkan karena proses memang tidak dapat mentolelir fluktuasi process variable pada batas-batas kerja pengendali on-off.

1.2 Permasalahan

Dalam praktikum tentang pengendalian on-off ini terdapat beberapa permasalahan yaitu sebagai berikut :

  1. Peralatan yang harus dikalibrasi ulang
  2. Indikator yang kurang akurat
  3. Tingkat sensitivitas dan resolusi peralatan yang masih kurang

Baca selebihnya »

CERITA LUCU

LAKI-LAKI PERKASA

Seorang lelaki berumur 80 tahun menikah dengan perempuan berumur 30 tahun. Mereka memutuskan untuk tidur di kamar terpisah karena si suami kalau tidur ngorok dan mengganggu tidur istrinya. Malam pertama setelah pesta pernikahan, si istri sudah siap-siap akan tidur ketika terdengar pintu kamarnya diketuk. Ternyata suaminya yang sudah “siap tempur”. Merekapun berhubungan layaknya suami istri. Setelah selesai si suami kembali ke kamarnya. Si istri kembali bersiap-siap untuk tidur ketika beberapa menit kemudian suaminya masuk lagi. Perempuan tersebut melayaninya dengan baik dan setelah selesai si suami meninggalkan kamarnya. Kali ini si istri yakin tidak akan diganggu lagi dan bersiap untuk tidur. Ia sudah hampir sampai ke alam mimpi ketika terdengar pintu diketuk-ketuk. Ternyata suaminya yang mengajak berhubungan intim. Walaupun terkejut dan hampir tak percaya, si istri melayaninya. Ia sangat terkesan dengan keperkasaan suaminya. “Saya tidak menyangka Mas sekuat ini. Tiga kali dan ketiganya memuaskan. Padahal pacar saya dulu, yang usianya jauh lebih muda dari Mas, hanya kuat sekali,” kata si istri. “Lho, tadi saya sudah ke sini toh?”

Baca selebihnya »

TEORI KETIDAKPASTIAN KALIBRASI INSTRUMENT

TEORI KETIDAKPASTIAN
(TEORY OF UNCERTAINTY )

I. ILUSTRASI
1.1 STUDIKASUS
Seorang perawat Sebuah RS sedang mengukur suhu badan salah seorang pasiennya dengan menggunakan sebuah termometer gelas yang cukup teliti dan hasilnya 39,4 oC. sesaat dia tidak segera mencatatnya pada buku laporan kerja karena merasa sedikit ragu dengan hasil pengukurannya , sebab suhu tersebu relatif tinggi bagi pasien tersebut, dia memutuskan untuk melakukan pengukuran lagi dan hasilnya malah membuat dia bingung, yaitu 39,6 oC. karena bingung campur penasaran dia melakukan sekali lagi pengukuran dengan maksud memastikan apakah hasil pengukuran yang pertama atau kedua yang akan diambil, dan ternyata pengukuran ke –3 adalah 39,5 oC. Akhirnya dia memutuskan untuk mencoba dan mencoba lagi pengukurannya hingga 10 kali dengan harapan akan mendapatkan hasil terbanyak pada nilai tertentu dan nilai itulah yang akan diambil. Karena dia yakin bahwa nilai yang didapat tidak akan jauh dari sekitar nilai 39 oC, dan nilai terbanyak yang keluar tersebut bagi dia cukup beralasan untuk diambil karena sudah mewakili dari serangkaian proses pengukurannya. Dan dia tetap yakin seyakin-yakinnya bahwa dia tidak bisa memastikan diantara ke 10 hasil pengukuran tersebut mana yang menunjukkan nilai sebenarnya. Dia hanya mendapatkan nilai terbaiknya saja.
Hasil pengukuran dia selengkapnya adalah sbb:
39,4 oC
39,6 oC
39,5 oC
39,4 oC
39, 4 oC
39,5 oC
39,4 oC
39,4 oC
39,5 oC
39,4 oC
Rata –rata : 39,45 oC

1.2 DEFINISI DAN GAMBARAN UMUM

Dari gambaran kasu diatas jelas terlihat bahwa untuk mendapatkan atau menentukan nilai sebenarnya dari suatu hasil pengukuran adalah tidak mungkin, yang memungkinkan dari hasil pengukuran dan yang dapat kita laporkan adalah nlai terbaiknya saja yaitu yang diwakili oleh nilai rata-ratanya.
Jadi pada kasus diatas pasien yang bersangkutan mempunyai suhu badan 39,45 oC, hasil tersebut sudah sangat mewakili dan sudah mendaptkan hasil yang terbaik untuk menyatakan suhu sang pasien tresebut. Walaupun suhu sebenarnya dari sang pasien tersebut tidak dapat diketahui dengan pasti, yang jelas ada si sekitar nilai 39,45 oC dan disekitar kurang / lebih berapa ?, itulah yang disebut dengan ketidakpastian. Misalnya kurang lebih + X oC, maka nilai sebenarnya dari paien tersebut akan berada ( jatuh ) pada daerah nilai suhu 39,45 – X)oC hingga (39,45 + X ) oC. Jika datanya tunggal, hanya data tersebut diatas , maka nilai ketidakpastiannya dapat diwakili nilai standar deviasinnya. Jadi pada data diatas ketidakpastiannya adalah:
+ 0.07071 oC
dan diyakini bahwa nilai sebenarnya suhu pasien tersebut berada pada daerah 39,379 oC hingga 39,521 oC (39,45 + 0.07071 ) oC
selanjutnya seberapa yakin kita terhadap hasil tersebut diatas, yaitu bahwa nilai sebenarnya betul – betul akan berada pada rentang daerah tersebut, hal inilah yang disebut dengan tingkat kepercayaan ( Confidence level). Misalnya kita menentukan tingkat kepercayaan 95 %, ini berarti bahwa kemunkinan nilai sebenarnya akan berada ( jatuh ) pada lingkup daerah tersebut adalah 95 %. Sedang sisanya mungkin akan jatuh diluar daerah tersebut.
Jadi ketidakpastian adalah : rentang nilai disekitar hasil pengukuran yang didalamnya diharapkan terletak nilai sebenarnya dari besaran ukur.

Baca selebihnya »

CONTOH MODUL PRAKTIKUM HIDROLIK PNEUMATIK

PERCOBAAN I
HIDROLIKA

I. Tujuan Percobaan
1. Memahami dan menjelaskan fungsi dan pengaplikasian dari tekanan hidrostatik
2. Memahami pengaplikasian dari system pneumatic dalam pengendalian proses

II. Peralatan Yang Digunakan
1.Motor Hidrolik
2.Pompa Hidrolik
3.Katup (Valve)
4.Tube
5.Selang Hidrolik

III. Teori
Hidrolika adalah suatu ilmu yang mempelajari sifat-sifat dan hokum-hukum yang berlaku pada zat cair baik zat itu dalam keadaan diam ataupun bergerak (mengalir). Dalam sistem hidrolik fluida cair berfungsi sebagai penerus gaya. Minyak mineral adalah jenis fluida cair yang umum dipakai. Pada prinsipnya mekanika fluida dibagi menjadi 2 bagian yaitu:
1. Hidrostatik : zat cair diam. Contohnya adalah pesawat tenaga hidrolik.
2. Hidrodinamik : zat cair bergerak (mengalir)Contohnya Energi pembangkit listrik tenaga turbin air pada jaringan tenaga hidro elektrik.
Di dalam praktikum ini hanya akan dipelajari hidrolika, yaitu cabang dari ilmu “mekanika fluida”. Dalam suatu rangkaian hidrolis biasanya terdiri atas aktuator, penggerak dan fluida kerja yang bekerja dalam sebuah sistem untuk tujuan tertentu. Dimana komponen-komponen tersebut dapat dilambangkan dalam simbol-simbol rangkaian. Tenaga hidrolik dapat dibagi kedalam bagian suplai tenaga, pengontrol tenaga dan bagian kerja sistem. Bagian penyuplai tenaga digunakan sebagai pengkonversi energi dan penghasil tekanan.

Gambar 1.1 Klasifikasi Hydrolik dalam Penampang dan Skema

Prinsip dasar dari hidrolik adalah sifat fluida cair yang sangat sederhana dan sifat zat cair tidak mempunyai bentuk tetap, tetapi selalu menyesuaikan bentuk yang ditempatinya. Karena sifat cairan yang selalu menyesuaikan bentuk yang ditempatinya, sehingga akan mengalir ke berbagai arah dan dapat melewati dalam berbagai ukuran dan bentuk, sehingga fluida cair tersebut dapat mentranferkan tenaga dan gaya.

Baca selebihnya »

MODUL PRAKTIKUM PENGUKURAN FISIS

PERCOBAAN I
SENSOR DAN PENGUKURAN

A. TUJUAN PRAKTIKUM :
1. Memahami karakteristik sensor thermal, mekanik, dan optic 2. Memahami instalasi aplikasi sensor dalam sistem pengukuran

B. TEORI DASAR
1. PENGUKURAN
William D.C, (1993), mengatakan alat ukur adalah sesuatu alat yang berfungsi memberikan batasan nilai atau harga tertentu dari gejala-gejala atau sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi. Contoh: voltmeter, ampermeter untuk sinyal listrik; tachometer, speedometer untuk kecepatan gerak mekanik, lux-meter untuk intensitas cahaya, dan sebagainya.
Umumnya didalam pengukuran dibutuhkan instrument sebagai suatu cara fisis untuk menentukan suatu besaran (kualitas) atau variabel. Instrument tersebut membantu peningkatan ketrampilan manusia dalam banyak hal. Memungkinkan seseoraang untuk menentukan nilai dari suatu besaran yang tidak diketahui. Tanpa bantuan instrument tersebut, manusia tidaak dapat menentukannya. Dengan demikian, sebuah instrumen dapat didefinisikan sebuah alat yang digunakan untuk menentukan nilai atau kebesaran dari suatu kuanatitas atau variabel. Pengukuran merupakan suatu himpunan untuk menentukan nilai suatu besaran ukur (objek yang diukur) dengan besaran standart.
Dalam hal pengukuran hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

1. Penentuan spesifikasi alat ukur yang tepat dari besaran ukur
Menyangkut karakteristik dinamik dan karakteristik static (accuracy, presision, sensitivity, linearity, error, span resolution, hyterisis, readability, uncertainty dan dead space)
2. Penentuan metoda dan prosedur pengukuran

Gambar 1.1 Diagram blok pengukuran
Keterangan:
X (t) : besaran yang hendak diukur
Y (t) : besaran yang ditunjuk oleh instrument

1.1 Metode Pengukuran
Pada teknik pengukuran ada beberapa metode yaitu:;
1. Pengukuran langsung
Menggunakan alat ukur yang hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada skala yang tertera pada alat ukur
2. Pengukuran tak langsung
Besaran yang hendak diukur tidak dikenakan secara langsung pada instrument tetapi diubah dahulu pada besaran lain yang setara
3. Pengukuran caliber atas
Menentukan ukuran suatu dimensi apakah terletak didalam atau diluar toleransi alat ukur
4. Perbandingan dengan bentuk standart

1.2 Kesalahan pada Pengukuran
Tidak ada pengukuran yang menghasilkan ketelitian yang sempurna, tetapi adalah penting untuk mengetahui ketelitian yang sebenarnya dan bagaimana kesalahan yang berbeda digunakan dalam pengukuran. Kesalahan-kesalahan dapat terjadi karena berbagai sebab dan umumnya dibagi dalam tiga jenis utama:
a. Kesalahan-kesalahan umum (gross-errors):
Kebanyakan disebabkan oleh kesalahan manusia diantaranya adalah kesalahan pembacaan alat ukur, penyetelan yang tidak tepat dan pemakaian instrument yang tidak sesuai dan kesalahan penaksiran.

b. Kesalahan-kesalahan sistematis (systematic errors):
Disebabkan oleh kekurangan-kekurangan pada instrument sendiri seperti kerusakan atau adanya bagian-bagian yang aus dan pengaruh lingkungan terhadap peralatan atau pemakai.

c. Kesalahan-kesalahan tak disengaja (random errors):
Diakibatkan oleh penyebab-penyebab yang tidak dapat langsung diketahui sebab perubahan-perubahan parameter atau system pengukuran terjadi secara acak.

2. SENSOR
2.1 Pengertian Sensor
Sensor merupakan suatu alat yang dipergunakan untuk merubah besaran fisik tertentu agar dapat diukur. D Sharon, dkk (1982), mengatakan sensor adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi gejala-gejala atau sinyal-sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi seperti energi listrik, energi fisika, energi kimia, energi biologi, energi mekanik dan sebagainya. Dalam memilih peralatan sensor yang tepat dan sesuai dengan sistem yang akan disensor maka perlu diperhatikan persyaratan umum sensor berikut ini :
a. Linearitas
Ada banyak sensor yang menghasilkan sinyal keluaran yang berubah secara kontinyu sebagai tanggapan terhadap masukan yang berubah secara kontinyu. Sebagai contoh, sebuah sensor panas dapat menghasilkan tegangan sesuai dengan panas yang dirasakannya
b. Sensitivitas
Sensitivitas akan menunjukan seberapa jauh kepekaan sensor terhadap kuantitas yang diukur. Sensitivitas sering juga dinyatakan dengan bilangan yang menunjukan “perubahan keluaran dibandingkan unit perubahan masukan”. Beberepa sensor panas dapat memiliki kepekaan yang dinyatakan dengan “satu volt per derajat”, yang berarti perubahan satu derajat pada masukan akan menghasilkan perubahan satu volt pada keluarannya. Sensor panas lainnya dapat saja memiliki kepekaan “dua volt per derajat”, yang berarti memiliki kepakaan dua kali dari sensor yang pertama. Linieritas sensor juga mempengaruhi sensitivitas dari sensor. Apabila tanggapannya linier, maka sensitivitasnya juga akan sama untuk jangkauan pengukuran keseluruhan.
c. Tanggapan Waktu
Tanggapan waktu pada sensor menunjukan seberapa cepat tanggapannya terhadap perubahan masukan. Sebagai contoh, instrumen dengan tanggapan frekuensi yang jelek adalah sebuah termometer merkuri. Masukannya adalah temperatur dan keluarannya adalah posisi merkuri. Misalkan perubahan temperatur terjadi sedikit demi sedikit dan kontinyu terhadap waktu.
Frekuensi adalah jumlah siklus dalam satu detik dan diberikan dalam satuan hertz (Hz). { 1 hertz berarti 1 siklus per detik, 1 kilohertz berarti 1000 siklus per detik]. Pada frekuensi rendah, yaitu pada saat temperatur berubah secara lambat, termometer akan mengikuti perubahan tersebut dengan “setia”. Tetapi apabila perubahan temperatur sangat cepat, maka tidak diharapkan akan melihat perubahan besar pada termometer merkuri, karena ia bersifat lamban dan hanya akan menunjukan temperatur rata-rata.

Perkembangan sensor sangat cepat sesuai kemajuan teknologi otomasi, semakin komplek suatu sistem otomasi dibangun maka semakin banyak jenis sensor yang digunakan. Dalam system pengukuran dikenal beberapa jenis sensor diantaranya yaitu :
1. Sensor thermal
Sensor thermal adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi gejala perubahan panas/temperature/suhu pada suatu dimensi benda atau dimensi ruang tertentu.
Contoh: resistance temperature detector (RTD), thermistor thermocouple, LM-35

2. Sensor mekanik
Sensor mekanis adalah sensor yang mendeteksi perubahan gerak mekanis, seperti perpindahan atau pergeseran atau posisi, gerak lurus dan melingkar, tekanan, aliran, level dsb.
Contoh: potensiometer, linear variabel differential transformer (LVDT), strain gauge plezoelectric
3. Sensor optic
Sensor optic atau cahaya adalah sensor yang mendeteksi perubahan cahaya dari sumber cahaya, pantulan cahaya ataupun bias cahaya yang mengernai benda atau ruangan.
Contoh: photoconductive detectors, photovoltaic detectors, photodiode detectors, photoemisive detectors, light dependent resistant (LDR)

Sensor Thermal
1. Thermocouple
Bentuk fisik dari thermocouple adalah terdiri dua buah logam yang berbeda yang disatukan pada salah satu ujungnya. Dalam thermocouple terjadi suatu fenomena yang dikenal sebagai:
- efek seedbeck
- efek peltier
Thermocouple dari bahan logam pembentuknya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, dimana masing-masing jenis memiliki range pengukuran, sensitivitas, dan linearitas yang berbeda sebagai faktor-faktor yang diperhatikan dalam pemilihan thermocouple pada aplikasinya. Thermocouple adalah salah satu alat ukur temperature yang umum digunakan karena kelebihannya dapat mengukur temperature hingga ratusan bahkan ribuan derajat celcius.

Baca selebihnya »

DASAR DASAR PENGUKURAN DAN PENGENDALIAN PID Bagian 2


DASAR DASAR PENGUKURAN  DAN PENGENDALIAN PID Bagian 2
DP Transmitter Aplikasi
Sebuah DP digunakan untuk mengukur tekanan gas (dalam skala pengukur) di dalam kapal. Dalam kasus ini, tekanan rendah sisi pemancar adalah vented ke atmosfer dan tekanan tinggi sisi terhubung ke kapal melalui katup mengisolasi. Katup yang mengisolasi memfasilitasi pemindahan pemancar. Output dari pemancar DP sebanding dengan tekanan gauge gas, yaitu, 4 mA saat tekanan adalah 20 kPa dan 20 mA saat tekanan adalah 30 kPa.
2.1.6 Strain Gauges
Alat ukur regangan adalah alat yang dapat ditempelkan pada permukaan objek untuk mendeteksi gaya yang diberikan ke objek. Salah satu bentuk dari alat ukur regangan kawat adalah logam berdiameter sangat kecil yang melekat pada permukaan perangkat yang dipantau. Untuk logam, hambatan listrik akan meningkat dengan panjang logam meningkat atau sebagai diameter penampang silang berkurang. Bila diterapkan gaya seperti ditunjukkan pada Gambar 8, panjang keseluruhan kawat cenderung meningkat sementara luas penampang berkurang. Jumlah peningkatan perlawanan sebanding dengan gaya yang menghasilkan perubahan panjang dan luas. Output dari alat ukur regangan adalah perubahan resistansi yang dapat diukur dengan rangkaian input dari sebuah penguat. Regangan dapat terikat ke permukaan tekanan kapsul atau ke bar gaya diposisikan oleh elemen pengukuran. Ditunjukkan pada Gambar 9 (halaman berikutnya) adalah alat ukur regangan yang terikat pada kekuatan DP balok di dalam kapsul. Perubahan dalam tekanan proses resistif akan menyebabkan perubahan dalam regangan, yang kemudian digunakan untuk menghasilkan sinyal 4-20 mA.
2.1.7 Kapasitansi Capsule
Serupa dengan alat ukur regangan, sebuah ukuran sel kapasitansi perubahan dalam karakteristik listrik. Seperti namanya kapasitansi perubahan ukuran sel kapasitansi. Kapasitor adalah sebuah alat yang menyimpan muatan listrik. Terdiri dari pelat logam yang dipisahkan oleh isolator listrik. Pelat logam yang terhubung ke sebuah sirkuit listrik eksternal melalui mana muatan listrik dapat ditransfer dari satu pelat logam yang lain. Kapasitansi sebuah kapasitor adalah ukuran kemampuannya untuk menyimpan muatan. Kapasitansi kapasitansi dari suatu kapasitor berbanding lurus dengan daerah pelat logam dan berbanding terbalik dengan jarak antara mereka. Ini juga tergantung pada karakteristik dari bahan isolasi di antara mereka. Karakteristik ini, disebut permitivitas adalah ukuran seberapa baik bahan isolasi meningkatkan kemampuan kapasitor untuk menyimpan muatan.

Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.