Proses Control Terminology

Proses Control Terminology

Setelah sekian lama belum posting artikel2 baru, dikarenakan kesibukan TA dan kerja, maka untuk itu, saya kembali lagi untuk ingin berbagi wacana dan pengetahuan tentang Basic Engineering.

Dimana kali ini akan dibahas tentang proses Control Terminology. Proses control terminolgy ini meliputi Accessories, Actuator, Backlash, Capacity, Closed Loop Control Systems,  Open Loop Control Systems, Controller, Dead Time, Jenis Process Variable, Process Instrument, Measurement, Control, Manipulation.

yang pertama yaitu Accessories yang merupakan Alat yang terpasang pada actuator untuk melengkapi fungsi dan kerja dari actuator  sehingga menjadi unit kerja yang utuh. Contoh : positioner , regulator, solenoid, dan limit switch.

Kemudian Actuator merupakan Alat untuk membuka atau menutup control valve dimana sumber penggeraknya dapat      berupa  : Pneumatic, Hydraulic, atau secara Elektris

Backlash merupakan Nama umum yang diberikan untuk membentuk dead band yang dihasilkan dari discontinuity  sementara  antara input dan output dari sebuah device, contoh  bilamana input dari device mengalami perubahan arah. Slack atau mengalami  renggang atau terlepas dari  sambungan secara mekanis.

Capacity atau valve merupakan Rate dari suatu aliran (Flow) yang melalui Valve dimana telah ditentukan besarannya.

Closed Loop Control Systems, untuk yang ini mesti nya para mahasiswa teknik instrumentasi sudah tahu yaitu Sistem kontrol dimana informasi mengenai process variable secara kontinyu memberikan feed back (umpan balik)  ke controller untuk memberikan masukan, guna mengkoreksi process variable secara otomatis  (untuk gambar closed loop control system ini dapat anda dapat kan di google. hehehehe).

Open Loop Control Systems merupakan sistem kontrol dimana outputnya tidak mempunyai pengaruh terhadap komponen controller (untuk gambar closed loop control system ini dapat anda dapat kan di google. hehehehe).

Controller merupakan : Alat yang beroperasi secara otomatis dengan menggunakan algorithm  untuk mengontrol variabel kontrol. Dimana controler input menerima masukan dari status  process variabel dan selanjutnya akan memberikan output signal yang sesuai ke final control element

Dead Time merupakan Interval waktu, time delay  atau respon dari sebuah systems . contoh : Delay pada action controller, delay pada actuator operation.dll. Dimana input x(t) dan  output adalah y(t)      Y(t) = x(t – T)  dimana T adalah dead time

Jenis Process Variable yaitu terdapat bermacam2 diantara nya :

Pressure                                 Level                           Conductivity                  Flow

Temperature                            Mass                           Mass                            Specific Gravity

Density                                   Consistency                 Speed                           Force

Load                                       Torque

Process Instrument yaitu Alat yang digunakan baik secara langsung maupun tidak untuk  menampilkan satu atau lebih dari tiga fungsi dibawah yaitu :

Measurement : Pengukuran  dari sebuah variable

Control : Menghasilkan process variable yang dipertahankan pada  nilai yang telah ditentukan, dalam limit yang telah ditetapkan.

Manipulation : Memerintahkan Final Control Element agar secara langsung merubah Process Variable yang berfungsi untuk mengontrol dari Process Variable lainnya

 

Cukup sekian dulu artikel yang dapat saya tulis tentang Proses Control Terminology yang terdapat pada ilmu BASIC ENGINEERING. Masih banyak lagi artikel tentang BASIC ENGINEERING ini. Dan pasti saya usahakan untuk membaginya kepada saudara2 ku ini. Ditunggu aja artikel selanjutnya. Dan cukup sekian and

SALAM PERSAUDARAAN

 

 


MEMPERCEPAT KONEKSI INTERNET PADA MOZILA FIREFOX

MEMPERCEPAT KONEKSI INTERNET PADA MOZILA FIREFOX

Langkah – Langkah yang harus dilakukan adalah :

1. Ketik di address bar Mozilla Firefox, “about:config”Scroll kebawah, cari entries sbb:network.http.pipeliningnetwork.http.proxy.pipeliningnetwork.http.pipelining.maxrequestsNormalnya browser request ke halaman web satu kali.Bila kita enable pipelining, browser akan request beberapa kali dalam satu saat,ini akan mempercepat page loading.


2. Isi entries sbb:Set “network.http.pipelining” ke “true”Set “network.http.proxy.pipelining” ke “true”Set “network.http.pipelining.maxrequests” ke sembarang bilangan, 30 (misal).ini akan membuat Browser melakukan 30 requests sekali jalan.


3. Klik kanan di sembarang tempat d dlm halaman browser, dan select New-> Integer.Beri nama “nglayout.initialpaint.delay”, dan set value ke “0″.Value= hitungan waktu tunggu browser sebelum bereaksi terhadap informasi yg sampai.Akan lebih terasa bila memakai koneksi broadband, loading halaman bisa 2-30x lebihcepat.

kalau bingung ini gambar nya :

langkah pertama :

langkah kedua :

Baca lebih lanjut

Cara memperbaiki Windows XP tanpa instalasi ulang

Cara memperbaiki Windows XP tanpa instalasi ulang
Berikut tahapan2 sesuai dengan jenis kesalahan.


1. Memperbaiki Instalasi (Repair Install)

Jika Windows XP Anda rusak (corrupted) dimana Anda tidak mempunyai sistem operasi lain untuk booting,
Anda dapat melakukan perbaikan instalasi (Repair Install) yang bekerja sebagaimana setting (pengaturan)
yang awal.

- Pastikan Anda mempunyai kunci (key) Windows XP yang valid.
- Keseluruhan proses akan memakan waktu kurang lebih 1/2 atau 1 jam, tergantung spek komputer Anda.
- Jika Anda dimintai password administrator, sebaiknya Anda memilih opsi perbaikan (repair) yang kedua,
bukan yang pertama.
- Masukkan CD Windows XP Anda dan lakukan booting dari CD tersebut.
- Ketika sudah muncul opsi perbaikan kedua R=Repair, tekan tombol R
Ini akan memulai perbaikan.
- Tekan tombol F8 untuk menyetujui proses selanjutnya “I Agree at the Licensing Agreement”
- Tekan tombol R saat direktori tempat Windows XP Anda terinstal. Biasanya C:\WINDOWS
Selanjutnya akan dilakukan pengecekan drive C: dan mulai menyalin file-file.
Dan secara otomatis restart jika diperlukan. Biarkan CD Anda dalam drivenya.
- Berikutnya Anda akan melihat sebuah gambar “progress bar” yang merupakan bagian dari perbaikan,
dia nampak seperti instalasi XP normal biasanya, meliputi “Collecting Information, Dynamic Update,
Preparing Installation, Installing Windows, Finalizing Installation”.
- Ketika ditanya, klik tombol Next
- Ketika ditanya untuk memasukkan kunci, masukkan kunci (key) Windows XP Anda yang valid.
- Normalnya Anda menginginkan tetap berada dalam nama Domain atau Workgroup yang sama.
- Komputer akan restart.
- Kemudian Anda akan mempunyai layar yang sama sebagaimana pengaktifan sistem ketika instalasi normal.
- Register jika Anda menginginkannya (biasanya tidak diperlukan).
- Selesai

Sekarang Anda bisa log in dengan account Anda yang sudah ada.

__________________________________________________ __________________________________________________ ___

2. NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

Jika Anda mendapati pesan error bahwa “NTOSKRNL not found” / NTOSKRNL tak ditemukan, lakukan:
- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
- Biasanya #1
- Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada.
- Tulis: CD i386
- Tulis: expand ntkrnlmp.ex_ C:\Windows\System32\ntoskrnl.exe
- Jika Windows XP Anda terinstal di tempat lain, maka ubahlah sesuai dengan lokasinya.
- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

__________________________________________________ __ Baca lebih lanjut

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN LEVEL

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN LEVEL

Sering kita sebagai mahasiswa instrumentsi di sibukkan dengan tugas2 mata kuliah yang ada dan salah satu nya yaitu teknik pengendalian. Ada beberapa macam pengendalian yang ada di dalam nya.  Untuk kali ini akan di bahas pengendalian level. Berikut merupakan contoh perancangan sistem pengendalian. Semoga bermanfaat bagi temen2 yang membutuh kan nya.,.,

Perancangan Sistem Pengendalian Level

JURNAL PRAKTIKUM PENGENDALIAN ON-OFF

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam suatu pengendalian proses dikenal berbagai jenis cara  salah satunya adalah proses pengendalian on-off. Pada proses pengendalian jenis ini hanya akan terdapat 2 jenis outputan yaitu bersifat low dan high. Proses penendalian ini apabila digunakan untuk mengendalikan buka tutup control valve maka bukaan control valve hanya akan bisa 0% atau 100%..Syarat utama untuk memakainya adalah bukan untuk menghemat biaya pembelian unit controller melainkan karena proses memang tidak dapat mentolelir fluktuasi process variable pada batas-batas kerja pengendali on-off.

1.2 Permasalahan

Dalam praktikum tentang pengendalian on-off ini terdapat beberapa permasalahan yaitu sebagai berikut :

  1. Peralatan yang harus dikalibrasi ulang
  2. Indikator yang kurang akurat
  3. Tingkat sensitivitas dan resolusi peralatan yang masih kurang

Baca lebih lanjut

CERITA LUCU

LAKI-LAKI PERKASA

Seorang lelaki berumur 80 tahun menikah dengan perempuan berumur 30 tahun. Mereka memutuskan untuk tidur di kamar terpisah karena si suami kalau tidur ngorok dan mengganggu tidur istrinya. Malam pertama setelah pesta pernikahan, si istri sudah siap-siap akan tidur ketika terdengar pintu kamarnya diketuk. Ternyata suaminya yang sudah “siap tempur”. Merekapun berhubungan layaknya suami istri. Setelah selesai si suami kembali ke kamarnya. Si istri kembali bersiap-siap untuk tidur ketika beberapa menit kemudian suaminya masuk lagi. Perempuan tersebut melayaninya dengan baik dan setelah selesai si suami meninggalkan kamarnya. Kali ini si istri yakin tidak akan diganggu lagi dan bersiap untuk tidur. Ia sudah hampir sampai ke alam mimpi ketika terdengar pintu diketuk-ketuk. Ternyata suaminya yang mengajak berhubungan intim. Walaupun terkejut dan hampir tak percaya, si istri melayaninya. Ia sangat terkesan dengan keperkasaan suaminya. “Saya tidak menyangka Mas sekuat ini. Tiga kali dan ketiganya memuaskan. Padahal pacar saya dulu, yang usianya jauh lebih muda dari Mas, hanya kuat sekali,” kata si istri. “Lho, tadi saya sudah ke sini toh?”

Baca lebih lanjut

TEORI KETIDAKPASTIAN KALIBRASI INSTRUMENT

TEORI KETIDAKPASTIAN
(TEORY OF UNCERTAINTY )

I. ILUSTRASI
1.1 STUDIKASUS
Seorang perawat Sebuah RS sedang mengukur suhu badan salah seorang pasiennya dengan menggunakan sebuah termometer gelas yang cukup teliti dan hasilnya 39,4 oC. sesaat dia tidak segera mencatatnya pada buku laporan kerja karena merasa sedikit ragu dengan hasil pengukurannya , sebab suhu tersebu relatif tinggi bagi pasien tersebut, dia memutuskan untuk melakukan pengukuran lagi dan hasilnya malah membuat dia bingung, yaitu 39,6 oC. karena bingung campur penasaran dia melakukan sekali lagi pengukuran dengan maksud memastikan apakah hasil pengukuran yang pertama atau kedua yang akan diambil, dan ternyata pengukuran ke –3 adalah 39,5 oC. Akhirnya dia memutuskan untuk mencoba dan mencoba lagi pengukurannya hingga 10 kali dengan harapan akan mendapatkan hasil terbanyak pada nilai tertentu dan nilai itulah yang akan diambil. Karena dia yakin bahwa nilai yang didapat tidak akan jauh dari sekitar nilai 39 oC, dan nilai terbanyak yang keluar tersebut bagi dia cukup beralasan untuk diambil karena sudah mewakili dari serangkaian proses pengukurannya. Dan dia tetap yakin seyakin-yakinnya bahwa dia tidak bisa memastikan diantara ke 10 hasil pengukuran tersebut mana yang menunjukkan nilai sebenarnya. Dia hanya mendapatkan nilai terbaiknya saja.
Hasil pengukuran dia selengkapnya adalah sbb:
39,4 oC
39,6 oC
39,5 oC
39,4 oC
39, 4 oC
39,5 oC
39,4 oC
39,4 oC
39,5 oC
39,4 oC
Rata –rata : 39,45 oC

1.2 DEFINISI DAN GAMBARAN UMUM

Dari gambaran kasu diatas jelas terlihat bahwa untuk mendapatkan atau menentukan nilai sebenarnya dari suatu hasil pengukuran adalah tidak mungkin, yang memungkinkan dari hasil pengukuran dan yang dapat kita laporkan adalah nlai terbaiknya saja yaitu yang diwakili oleh nilai rata-ratanya.
Jadi pada kasus diatas pasien yang bersangkutan mempunyai suhu badan 39,45 oC, hasil tersebut sudah sangat mewakili dan sudah mendaptkan hasil yang terbaik untuk menyatakan suhu sang pasien tresebut. Walaupun suhu sebenarnya dari sang pasien tersebut tidak dapat diketahui dengan pasti, yang jelas ada si sekitar nilai 39,45 oC dan disekitar kurang / lebih berapa ?, itulah yang disebut dengan ketidakpastian. Misalnya kurang lebih + X oC, maka nilai sebenarnya dari paien tersebut akan berada ( jatuh ) pada daerah nilai suhu 39,45 – X)oC hingga (39,45 + X ) oC. Jika datanya tunggal, hanya data tersebut diatas , maka nilai ketidakpastiannya dapat diwakili nilai standar deviasinnya. Jadi pada data diatas ketidakpastiannya adalah:
+ 0.07071 oC
dan diyakini bahwa nilai sebenarnya suhu pasien tersebut berada pada daerah 39,379 oC hingga 39,521 oC (39,45 + 0.07071 ) oC
selanjutnya seberapa yakin kita terhadap hasil tersebut diatas, yaitu bahwa nilai sebenarnya betul – betul akan berada pada rentang daerah tersebut, hal inilah yang disebut dengan tingkat kepercayaan ( Confidence level). Misalnya kita menentukan tingkat kepercayaan 95 %, ini berarti bahwa kemunkinan nilai sebenarnya akan berada ( jatuh ) pada lingkup daerah tersebut adalah 95 %. Sedang sisanya mungkin akan jatuh diluar daerah tersebut.
Jadi ketidakpastian adalah : rentang nilai disekitar hasil pengukuran yang didalamnya diharapkan terletak nilai sebenarnya dari besaran ukur.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.