CARA DIET SEHAT

10 Cara Diet Sehat & Sederhana
  1. Pertama-tama kenali tubuh sendiri.

    Berhentilah membandingkan dengan tubuh teman-teman Anda. Saat Anda mengenal cara kerja tubuh sendiri, maka akan lebih mudah untuk memenuhi apa yang dibutuhkannya.

  2. Makan secara teratur dengan menu dan porsi yang cukup

    Seperti kata pepatah ,” Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang.

  3. Lebih banyak konsumsi buah dan sayur

    Orang langsing rata-rata makan lebih dari satu sajian buah dan makan lebih banyak serat dan kurang lemak dibanding orang gemuk. Itu hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American Dietetic Association tahun 2006.

  4. Jangan lupakan Sarapan pagi

    Mulailah hari dengan menu dan porsi sarapan yang cukup. Ini akan membantu mengurangi asupan kalori di sepanjang sisa hari.

  5. Perbanyak Minum air putih.

    Cukupi kebutuhan air putih anda minimal 2 liter perhari

  6. Berolahragalah.

    Jadikan itu sebagai kegiatan yang tidak bisa dikompromikan lagi.Ber-aerobik dengan musik kesukaan bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Ajak keluarga untuk ikut bergerak. Awalnya mungkin agak aneh mendengarnya. Tapi begitu Anda mulai, bisa-bisa Anda lupa berhenti.

  7. Bebas Gula

    Cobalah 2 minggu tanpa gula. Rasanya luar biasa mengetahui napsu makan Anda yang biasanya tak bisa dipendam berangsur-angsur menghilang.

  8. Jangan melakukan tindakan ekstrim.

    Tindakan ekstrim maksudnya seperti sama sekali tak makan demi kurus dalam waktu cepat. Yang terbaik adalah makan dalam porsi sedikit, yang mencakup tiga nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan dua camilan tiap hari untuk metabolisme yang lebih efisien.

  9. Gosok gigi segera

    Setelah makan malam segera gososk gigi untuk mengingatkan diri Anda bahwa waktu makan sudah habis.

  10. Jangan sekali kali kompensasikan perasaan ke makanan.

    Kebiasaan yang sangat tidak baik bila kita makan berlebih disaat-saat perasaan kita sedang buruk ataupun terlalu gembira.Pada umumnya orang yg terlalu terbawa emosi sesaat agak susah mengontrol pola makannya.

  11. Cara diet Herbalife adalah jawaban untuk mengatasi pola makan yg sehat dan sederhana.

Hanya dengan 2 kali Shake Mix sebagai pelengkap gizi harian anda dan 1 kali tetap boleh makan sesuai selera anda.

Sederhana bukan ?

// <![CDATA[//

// <![CDATA[//

Studi Klinis Peningkatan Protein menyebabkan berkurangnya Faktor Resiko Sindrom Metabolisme

Los Angeles, 6 October 2008 – Obesitas seringkali berjalan seiring dan terkait dengan Sindrom Metabolisme – sekelompok dengan lima faktor yang terdiri dari tekanan darah tinggi, lingkar pinggang yang besar, gula darah ,trigliserida yang meningkat dan berkurangnya kadar kolesterol HDL.

Menurunkan berat badan merupakan salah satu langkah pertama untuk melindungi atau mengobati sindrom ini, dan para peneliti dari Universitas Ulm,Jerman, menemukan bahwa peningkatan asupan protein pada pola makan akan mengurangi faktor-faktor resiko sindrom metabolism saat dibandingkan asupan protein dengan tingkat standar.Penelitian ini yang dipresentasikan pada akhir pekan ini di pertemuan tahunan Masyarakat Obesitas di Phoenix ,melibatkan 110 subjek kelebihan berat badan dengan sindrom metabolism yang secara acak dibagi ke dalam dua kelompok dan dijalankan selama satu tahun.Selama tiga bulan pertama fase penurunan berat badan,mereka yang tergabung dalam kelompok protein tinggi diinstruksikan untuk mengikuti menu diet dengan kandungan protein dua kali diet normal ; mereka juga mengganti dua kali makan sehari dengan Herbalife Formula Eropa 1,Shake pengganti makanan.Kelompok lainnya diinstruksikan untuk mengkonsumsi protein dalam jumlah standar/normal dengan pola makan biasa ,tidak mengkonsumsi Shake sebagai pengganti makanan.Selama 9 bulan berikutnya – fase pengelolaan /menjaga berat badan – semua peserta mengkonsumsi satu Shake pengganti makanan setiap hari sebagai bagian dari pola makan dan menu diet mereka, dan kedua kelompok menjaga tingkat asupan protein sesuai dengan pola makan yang mereka anut selama tiga bulan sebelumnya.Semua peserta mengalami penurunan berat badan setelah satu tahun, tetapi mereka yang tergabung dalam kelompok tinggi protein mengalami penurunan lebih banyak ( hampir 12,5 kilogram, sementara kelompok asupan protein standar hanya sekitar 7 kilogram ) dengan penurunan lemak tubuh yang juga lebih tinggi disamping mempertahankan massa tubuh tanpa lemak. Yang lebih signifikan adalah penemuan diakhir penelitian bahwa 64% dari mereka yang tergabung dalam kelompok protein tinggi tak lagi masuk ke dalam criteria penderita sindrom metabolism, bandingkan dengan hanya 41% dari kelompok dengan jumlah asupan protein standar.

“Kami tahu bahwa penurunan atau menurunkan berat badan akan memperkecil faktor resiko sindrom metabolism,” kata Marion Flechtner-Mors,Ph.D.,salah satu pelaku penelitian ini dan ketua Kelompok Riset Obesitas di Universitas Ulm ,Jerman,”tetapi kami menemukan bahwa lebih banyak obyek/partisipan penelitian memperlihatkan peningkatan ketahanan terhadap faktor resiko ini saat asupan protein dalam pola makan mereka ditingkatkan.”

Hampir 47 juta warga Amerika menderita sindrom metabolism, dan jumlahnya terus tumbuh – pararel dengan meningkatnya kasus Obesitas.Flechtner – Moss menambahkan ,”Intervensi intervensi efektif seperti pengkonsumsian makanan pengganti tinggi protein untuk menurunkan berat badan dapat memperkecil faktor resiko yang berkaitan dengan sindrom metabolism dan mempengaruhi kehidupan jutaan orang.

Satu Tanggapan

  1. Bener berpengaruh banget ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: