Perayaan Valentine di Kalangan Mahasiswa

Fenomena Perayaan Valentine di Kalangan Mahasiswa

Valentine day kiranya sudah tidak asing lagi di telinga kita, valentine day atau yang lebih dikenal dengan hari kasih sayang, saat ini seakan telah menjadi sebuah hari besar yang datangnya selalu dinantikan. Terutama, bagi mereka yang sedang kasmaran.Valentine day yang selalu “diperingati” setiap tanggal 14 Februari, hingga saat ini seakan telah menjadi hari yang sakral dan momen yang tepat untuk mengungkapkan dan mencurahkan rasa kasih sayang kepada orang yang spesial di hati.Jika dikaji, sebenarnya valentine day, berasal dari luar negeri dan merupakan budaya barat. Namun, bagaimana mahasiswa memandang valentine day? Apakah valentine day layak untuk dijadikan budaya? Dan apakah dampak dari valentine day? Serentetan pertanyaan tersebut kiranya wajar muncul di benak kita ketika mengkaji permasalahan valentine day di kalangan mahasiswa.

“Menurutku konsep kasih sayang yang ditawarkan di hari valentine sangat tidak menyentuh atau bahkan tidak memberikan sebuah inspirasi bagi generasi muda. Seharusnya mahasiswa lebih memahami konteks dan konsep kasih sayang yang sebenarnya. Kasih sayang itu tidak hanya pada pasangan saja, tapi bisa kepada orang lain,” ungkap mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Septi Kuntari.
Septi menambahkan, untuk menunjukkan kasih sayang, mahasiswa dapat melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti menunjukkan kepedulian dengan melakukan aksi sosial dan membantu orang-orang yang lebih membutuhkan. Bukan hanya sekadar memberikan cokelat kepada pasangan saja atau melakukan berbagai hal romantis dengan pasangan.
“Konsep kasih sayang dengan memberikan kebahagiaan bagi orang lain seperti aksi sosial yang melibatkan orang banyak itu yang menurutku lebih mengena dan menginspirasi sesama mahasiswa, atau bahkan memberi inspirasi pada masyarakat umum. Daripada hanya sekadar memanjakan pasangan,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Dekan Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, I Nyoman Sukerna S.Kar,.M.Hum. Menurutnya, perayaan valentine day yang dilakukan tidak memiliki manfaat bagi mahasiswa. Sehingga, menurutnya mahasiswa tidak perlu untuk terlalu menggebu-gebu dalam merayakan valentine day.
“Mahasiswa itu kan kaum intelek. Jadi, tidak seharusnya terlalu memikirkan permasalahan valentine day. Saya rasa, daripada hanya sekedar hura-hura dan senang-senang merayakan valentine day, lebih baik mahasiswa melakukan kegiatan positif lain yang berkaitan dengan hal akademis. Jadi, selain pengetahuan bertambah, mahasiswa juga memiliki nilai lebih sebagai seorang intelektual muda,” katanya.
Merayakan hari kasih sayang memang hak semua orang, tidak terkecuali para mahasiswa. Selama perayaan itu tidak dilakukan dengan cara-cara yang berlebihan, sebenarnya hal itu tidak menjadi masalah. Namun, diakui atau tidak terkadang valentine day berubah menjadi sebuah kegiatan negatif yang kerap melanda kaum muda zaman sekarang.
Hari valentine yang diidentikkan dengan perayaan kasih sayang dengan pasangan, terkadang disalahartikan atau bahkan diselewengkan menjadi kegiatan yang mengarah pada pergaulan bebas. Hal ini lah yang perlu diwaspadai oleh para generasi muda.
Tak heran jika hingga saat ini, setiap valentine day diperingati, pro dan kontra masih kerap terjadi. Ada sebagian mahasiswa menentang dan tidak setuju dengan adanya momen hari kasih sayang ini. Namun ada juga mahasiswa yang sepakat dengan adanya peringatan hari kasih sayang ini dengan mengatas namakan wujud pengekspresian kebebasan anak muda. Jadi, apakah Anda termasuk “penganut” perayaan valentine day? (Windy Anggraina)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: