CARA INSTAL WORDPRESS DI KOMPUTER

CARA INSTAL WORDPRESS DI KOMPUTER

Meng-instal WordPress adalah pekerjaan yang mudah. Namun tidak demikian dengan menyiapkan infrastruktur untuk instalasi WordPress di komputer atau laptop kita sendiri. Posting ini akan membeberkan secara detil teknis langkah demi langkah instalasi WordPress di komputer sendiri, dimulai dari menyiapkan sistem operasi sampai WordPress bisa dilihat di dalam browser.

Posting ini bersifat teknis. Sedikit pengetahuan dan pengalaman bermain-main dengan komputer diperlukan untuk mempermudah kita mengikuti langkah demi langkah dalam menginstal WordPress di komputer sendiri. Namun dengan sedikit kesabaran, saya yakin langkah demi langkah ini dapat diikuti oleh Anda yang berkeinginan kuat untuk bisa mempunyai WordPress di komputer sendiri.

Dengan memiliki instalasi WordPress di komputer sendiri, kita bisa melakukan percobaan berbagai hal terhadap WordPress kita sebelum hasil akhirnya kita tampilkan ke publik. Penambahan plug-in, penggantian tema, dan penyuntingan berkas adalah hal-hal yang biasa dilakukan dalam menambah fitur dan kemampuan WordPress.

Spesifikasi Komputer

WordPress tidak memerlukan spesifikasi komputer yang canggih. Namun, infrastruktur server di belakangnya memerlukan komputer dengan spesifikasi tertentu. Apalagi dalam konfigurasi yang saya pakai, kita akan menggunakan teknologi virtualisasi yang menjalankan dua sistem operasi dalam waktu yang sama di dalam satu komputer. Berikut ini spesifikasi ideal komputer untuk keperluan instalasi WordPress di atas komputer kita sendiri:

  • CPU 2.0 GHz dual core.
  • Memori 2 GB.
  • Harddisk 100 GB.

Menyiapkan Teknologi Virtualisasi

Hampir semua instalasi WordPress berjalan di atas server Linux. Oleh karena itu, untuk menyamakan kondisi instalasi di server dengan instalasi di komputer kita sendiri, dalam demo ini kita pun akan menggunakan Linux. Namun jangan khawatir untuk Anda yang terbiasa memakai Windows, Anda tidak perlu menambahkan partisi dan dual booting di komputer Anda. Dalam demo ini kita akan menggunakan Linux yang berjalan di atas Windows dengan teknologi virtualisasi.

Dengan teknologi virtualisasi, Linux kita akan berjalan di atas Windows layaknya seperti program biasa. Dan untungnya banyak solusi gratis yang bisa kita pakai untuk bisa menjalankan teknologi virtualisasi ini. Salah satu solusi gratis tersebut adalah Sun VirtualBox. Dalam demo ini, saya akan menggunakan VirtualBox untuk menjalankan Linux di atas Windows.

Sistem operasi Windows yang saya pakai dalam demo ini adalah Windows 7 RC build 7100. Namun kita tetap bisa memakai Windows XP dan Windows Vista. Sedangkan Linux yang saya pakai adalah Ubuntu 9.04 edisi server. Walaupun demikian, distro Linux lain seperti Debian, Fedora, CentOS, OpenSuse, Red Hat, dan lain-lain juga bisa dipakai. Linux Ubuntu edisi server tidak memiliki tampilan grafis (GUI), alias hanya console saja. Hal ini tidak menjadi masalah karena ada Windows di belakang layar yang akan membantu tugas-tugas yang memerlukan aplikasi GUI yang bagus.

Unduh VirtualBox dari alamat berikut ini: http://www.virtualbox.org/wiki/Downloads. Pilih yang VirtualBox for Windows hosts. Kemudian unduh Linux Ubuntu 9.04 edisi server dari alamat berikut ini: http://www.ubuntu.com/getubuntu/download-server. Selanjutnya instal VirtualBox di Windows. Proses instalasi ini sangat mudah, tinggal ikuti saja wizard instalasi yang menyediakan langkah demi langkah dengan jelas.

Membuat Virtual Server

Virtual server, sesuai dengan namanya, adalah server yang dijalankan di atas teknologi virtualisasi. Dengan virtual server kita tidak perlu mempunyai perangkat keras server yang memang secara fisik besar dan harganya mahal. Kalau hanya untuk keperluan menginstal WordPress di komputer sendiri, virtual server yang dijalankan di atas PC biasa atau laptop sudah mencukupi.

Membuat virtual server dengan VirtualBox sangat mudah. Jika VirtualBox sudah ter-instal, jalankan VirtualBox, lalu klik pada tombol ‘New’. Wizard untuk membuat mesin virtual akan dimunculkan. Berikut ini langkah-demi langkah dalam mengisi wizard tersebut.

  1. Nama mesin virtual dan sistem operasinya.

    Nama mesin virtual dan sistem operasinya

    Name WordPress Ubuntu Server
    OS Type Linux
    Version Ubuntu
  2. Konfigurasi memori.

    Konfigurasi memori

    Base memory size 384 MB
  3. Konfigurasi Hard Disk Virtual.

    Konfigurasi Hard Disk Virtual

    Boot Hard Disk Dicentang
    Create new hard disk Dicentang
  4. Tipe Penyimpanan Hard Disk.

    Tipe Penyimpanan Hard Disk

    Storage Type Dynamically expanding storage
  5. Lokasi dan Ukuran Hard Disk.

    Lokasi dan Ukuran Hard Disk

    Location WordPress Ubuntu Server
    Size 8.00 GB
  6. Selesai. Sampai di langkah ini wizard akan menampilkan layar yang mengkonfirmasi bahwa proses pembuatan mesin virtual baru sudah selesai. Kita sudah melakukan konfigurasi penambahan mesin virtual baru yang bernama WordPress Ubuntu Server pada VirtualBox. Langkah selanjutnya adalah melakukan boot-up terhadap mesin virtual tersebut sekaligus meng-instal Ubuntu Server di atasnya.

Menyiapkan Server LAMP

LAMP singkatan dari Linux, Apache, MySQL, dan PHP. LAMP adalah paket di belakang layar yang menjalankan WordPress kita. Jadi, untuk bisa menjalankan WordPress di komputer kita sendiri, salah satu langkahnya adalah menyiapkan server LAMP. Walaupun kelihatannya cukup banyak yang mesti disiapkan, namun jangan khawatir karena wizard instalasi Ubuntu edisi server bisa melakukan semuanya otomatis untuk kita.

Berikut langkah demi langkah melakukan instalasi server LAMP pada virtual server WordPress Ubuntu Server yang sudah kita instal pada langkah sebelumnya.

  1. Jalankan VirtualBox, lalu pilih WordPress Ubuntu Server. Kemudian klik tombol ‘Start’.

    Panel VirtualBox

  2. ‘First Run Wizard’ akan dimunculkan. Layar pertama wizard ini akan menanyakan kepada kita media yang akan digunakan dalam instalasi. Kita pilih CD/DVD-ROM. Untuk ‘Media Source’, kita pilih ‘Image File’. Klik tombol folder di sebelahnya untuk mencari berkas ubuntu-9.04-server-i386.iso yang sudah kita unduh pada langkah sebelumnya.

    Media Instalasi

  3. Layar instalasi Ubuntu server akan dimunculkan. Gambar berikut menunjukkan layar pertama pada proses instalasi Ubuntu server. Dari layar ini, yang selanjutnya kita lakukan adalah mengikuti langkah demi langkah pada proses instalasi Ubuntu server. Jangan khawatir, proses instalasi Ubuntu sudah hampir segampang instalasi Windows. Dalam kebanyakan layar kita hanya perlu tekan tombol enter dan menerima nilai default.

    Layar instalasi Ubuntu

  4. Selanjutnya tekan enter pada layar-layar instalasi sampai kita ketemu layar ‘Configure the Network’ seperti terlihat dalam gambar di bawah ini. Untuk ‘Name Server Address’, masukkan blank. Untuk ‘Hostname’, masukkan nama dari server virtual kita. Dalam contoh ini saya menggunakan nama WordPress sebagai hostname.

    Name Server Address

    Host Name

  5. Selanjutnya adalah konfigurasi zona waktu. Pada saat muncul layar ‘Configure the Clock’, pilih ‘Select from worldwide list’, lalu pada layar berikutnya cari kota Jakarta. Jika Anda hendak memilih zona waktu yang lain, silakan pilih kota yang sesuai dengan domisili Anda. Jika kota Anda tidak terdapat dalam daftar, cari kota yang berada dalam satu zona waktu dengan kota Anda dan berada dalam daftar.

    Memilih zona waktu

    Pilih Jakarta

  6. Berikutnya adalah layar ‘Partition disks’. Pilih ‘Guided – use entire disk and set up LVM’. Lalu ikuti wizard partisi, jawab saja Yes apabila ada pertanyaan dari wizard, dan klik next jika wizard menawarkan nilai default untuk suatu pilihan.

    Partition disks

  7. Berikutnya konfigurasi user. Masukkan nama user dalam layar ‘Set up users and passwords’. Kemudian masukkan password dalam layar berikutnya.

    Konfigurasi user dan password

  8. Jika ditanya apakah akan meng-enkripsi Home directory, pilih No.
  9. Berikutnya pada layar ‘Configure the package manager’, masukkan HTTP proxy yang kita gunakan, bila ada. Jika kita terhubung langsung ke internet, tanpa proxy, kosongkan isian tersebut.
  10. Berikutnya jika ditanya apakah akan melakukan update otomatis, pilih ‘No automatic update’. Kita sedang melakukan konfigurasi di development untuk demo, sehingga update otomatis pada skenario ini tidak menjadi prioritas.
  11. Langkah berikutnya adalah ‘Software selection’. Langkah ini sangat penting karena instalasi Apache, MySQL, dan PHP berada di langkah ini. Pilihan kedua yaitu LAMP server harus dicentang. Pilihan lain yang kita centang adalah OpenSSH server dan Samba file server. Kedua pilihan ini memudahkan interaksi antara Windows dan Ubuntu server pada saat kita bekerja nantinya.

    Pilihan layanan yang disediakan Ubuntu server

  12. Selanjutnya program peng-instal akan menyalin dan memasang berkas-berkas yang diperlukan.
  13. Pada saat ditanya password root MySQL, masukkan password yang diminta. Kita juga bisa membiarkannya kosong dalam skenario ini. Layar pertanyaan password MySQL ini sedikitnya akan muncul 2 kali.
  14. Selanjutnya proses intalasi akan berjalan lagi. Ikuti dan tunggu sampai selesai. Jika sudah selesai, layar konfirmasi bahwa instalasi sudah selesai akan muncul. Tekan enter pada layar konfirmasi tersebut. Kemudian mesin virtual akan restart.
  15. Setelah restart, mesin virtual WordPress kita akan hidup untuk yang pertama kali. Gambar berikut menunjukkan layar login mesin virtual WordPress kita.

    Virtual server jalan untuk yang pertama kali

Selamat! Apabila Anda sudah sampai tahap ini berarti Anda sudah berhasil menghidupkan server LAMP yang akan menjalankan WordPress kita di komputer sendiri.

Menghidupkan User root

User root dalam sistem operasi Linux merupakan Administrator yang bisa melakukan apa pun. Secara sengaja Ubuntu mematikan user root pada saat baru di-instal. Hal ini demi keamanan karena apabila akses user root ini jatuh ke tangan orang lain yang berniat tidak baik, sistem kita pun akan ‘diambil alih’ oleh orang tersebut. Namun untuk keperluan pribadi seperti menjalankan WordPress di komputer sendiri, menghidupkan user root akan memudahkan banyak hal.

Untuk menghidupkan user root, dalam layar console WordPress Ubuntu Server, ketikkan perintah berikut ini:

sudo passwd

Kemudian server akan menanyakan password kita, dan password baru untuk user root sebanyak dua kali. Masukkan password tersebut ke dalam prompt yang dimunculkan. Begitu kita berada dalam console virtual server, mouse kita akan ‘terjebak’ di dalamnya. Untuk mengeluarkannya, tekan tombol Ctrl sebelah kanan.

Setelah itu restart virtual server. Setelah restart kita bisa mencoba login ke dalam server menggunakan user root. Jika berhasil, berarti user root sudah aktif.

Konfigurasi Jaringan Virtual

Agar dua komputer bisa berhubungan satu sama lain, kita memerlukan jaringan yang menghubungkan kedua komputer tersebut. Tidak terkecuali dengan virtual server WordPress yang baru saja kita hidupkan. Virtual server WordPress kita berjalan di atas VirtualBox. Virtual server tersebut perlu terhubung ke komputer Windows kita sehingga Windows kita bisa mengakses virtual server. VirtualBox menyediakan jaringan virtual yang memungkinkan keterhubungan tersebut.

Akses dari Windows ke virtual server diperlukan dalam dua hal penting yaitu menyalin berkas, dan akses WordPress lokal menggunakan browser. Akses browser harus dilakukan dari Windows karena virtual server WordPress tidak dilengkapi denga GUI sehingga tidak bisa menjalankan browser seperti Firefox.

Untuk memulai konfigurasi jaringan virtual, pertama kita matikan dulu virtual server WordPress. Dari menu Machine di VirtualBox kita pilih ACPI Shutdown. Secara otomatis virtual server akan mati dalam beberapa detik.

Kemudian kita lihat panel VirtualBox. Dalam keadaan mesin WordPress Ubuntu Server masih dipilih, klik tombol ‘Settings’. Kemudian pada layar ‘Settings’ yang muncul, pilih Network yang terdapat di bagian kiri layar tersebut. Setelah muncul konfigurasi Network, pilih tab ‘Adapter 2’. Gambar dan tabel berikut ini menunjukkan konfigurasi yang harus dimasukkan dalam layar ‘Adapter 2’.

Konfigurasi jaringan virtual

Enable Network Adapter Dicentang
Adapter Type Akan diisi secara otomatis
Attached to Host-only Adapter
Name Akan diisi otomatis setelah kita mengisi ‘Attached to’

Selanjutnya kita hidupkan kembali virtual server WordPress. Dari panel VirtualBox, pilih WordPress Ubuntu Server, lalu klik tombol ‘Start’. Setelah virtual server hidup, login dengan user root dan password yang telah kita tentukan dalam langkah instalasi di atas.

Network interface untuk bisa berkomunikasi dengan Windows sudah kita konfigurasi dalam VirtualBox. Namun, Ubuntu sendiri belum mengenali network interface tersebut. Untuk bisa mengenalinya kita perlu mengedit /etc/network/interfaces dan menambahkan entri baru untuk network interface tersebut.

Berikut ini langkah-langkah untuk melakukan konfigurasi network interface dalam WordPress Ubuntu Server:

  1. Login sebagai root. Dalam prompt console virtual server ketikkan perintah berikut ini:

    nano /etc/network/interfaces

  2. Lalu tambahkan entri berikut ini dengan mengetikkannya pada editor nano yang ditampilkan di layar:

    auto eth1
    iface eth1 inet dhcp

  3. Lalu simpan berkas yang kita edit tersebut dengan mengetikkan tombol Ctrl+O, Enter, dan Ctrl+X. Setelah itu dalam prompt console, ketikkan perintah berikut ini:

    /etc/init.d/networking restart

  4. Jika sudah selesai, ketikkan perintah berikut ini dalam prompt console:

    ifconfig eth1

  5. Jika berhasil, maka deskripsi dari network interface eth1 akan ditampilkan dalam layar seperti terlihat dalam gambar berikut ini.

    Deskripsi network interface eth1

  6. Catat alamat IP (inet addr) yang dimunculkan dalam gambar di atas, yaitu 192.168.56.102. Layar Anda mungkin menampilkan nomor IP yang berbeda. Pakai nomor IP dari layar Anda. Lalu, jalankan program ‘Command Prompt’ di Windows. Ketikkan perintah berikut dalam layar Command Prompt.

    ping 192.168.56.102

  7. Jika jawaban yang muncul dalam layar Command Prompt adalah “Reply from 192.168.56.102: …” berarti Windows kita sudah bisa mengenali virtual server WordPress. Gambar berikut menunjukkan layar ‘Command Prompt’ yang menampilkan jawaban yang mengenali virtual server WordPress.

    Perintah ping dan balasannya

  8. Buka browser, lalu ketikkan alamat berikut dalam address bar:

    http://192.168.56.102

    Dalam browser kita harusnya akan dimunculkan pesan singkat berupa tulisan “It works!”. Hal ini menunjukkan bahwa server web Apache sudah bisa diakses dari browser.

Selamat! Sampai di sini kita sudah bisa menghubungkan Windows dengan WordPress Ubuntu Server.

Login Remot dari Windows

WordPress Ubuntu Server kita saat ini bisa diakses secara langsung dari Windows. Namun ada satu hal yang cukup mengganggu yaitu apabila fokus mouse kita berada di console virtual server, mouse tersebut tidak bebas digerakkan keluar jendela console tanpa memencet tombol Ctrl sebelah kanan. Terdapat beberapa cara untuk mengatasi hal ini, yaitu:

  • meng-instal program tambahan mesin virtual
  • mengakses server secara remot

Kita akan akan memilih cara kedua yang lebih sederhana yaitu mengakses virtual server secara remot melalui layanan SSH. Cara yang kedua bisa juga diterapkan apabila kita mempunyai server yang benar-benar remot.

Untuk bisa mengakses server menggunakan SSH, kita perlu memerlukan perangkat lunak berupa klien SSH. Salah satu perangkat lunak klien SSH yang bagus adalah PuTTY. Kita bisa mengunduh PuTTY dari alamat berikut ini:

http://www.chiark.greenend.org.uk/~sgtatham/putty/download.html

Setelah diunduh, tinggal di-instal ke dalam Windows kita. Kemudian kita jalankan PuTTY, lalu masukkan alamat IP dari virtual server ke dalam isian yang disediakan. Gambar berikut menunjukkan program PuTTY sesaat sebelum login.

Menjalankan PuTTY

Klik tombol Open. Sebuah layar console dimunculkan, kita akan ditanya login dan password sebelum bisa melakukan koneksi ke server WordPress secara remot. Setelah kita bisa login sebagai user root melalui SSH, kita bisa menyembunyikan layar console virtual server kita karena semua akses ke virtual server bisa dilakukan melalui akses remot SSH.

Memunculkan Virtual Server dalam Windows Explorer

Untuk memudahkan akses dari Windows ke virtual server, kita akan membuat WordPress Ubuntu Server muncul dalam Windows Explorer. Dengan demikian kita bisa drag and drop berkas-berkas WordPress dari Windows ke virtual server dengan ‘Windows Explorer’. Kita juga bisa menyunting berkas dalam virtual server langsung dengan perangkat lunak penyunting favorit kita di Windows.

Kita bisa melakukan hal tersebut karena sebelumnya kita sudah ikut sertakan Samba server pada saat instalasi virtual server WordPress. Dengan Samba, akses berkas dari Windows Explorer ke virtual server WordPress bisa dilakukan seperti layaknya folder Windows biasa. Sebelum kita bisa menggunakan Samba, kita perlu lakukan konfigurasi terlebih dahulu.

Berikut ini langkah-langkah konfigurasi Samba di WordPress Ubuntu Server:

  1. Dalam prompt console PuTTY ketikkan perintah berikut ini:

    nano /etc/samba/smb.conf

  2. Setelah berkas smb.conf ditampilkan dalam editor nano, ketikkan Alt+/ untuk menuju ke bagian akhir berkas.
  3. Tambahkan baris-baris berikut ini ke dalam berkas smb.conf:

    [share]
    comment = WordPress Ubuntu Server
    path = /
    browseable = yes
    guest ok = no
    read only = no
    create mask = 0755

  4. Restart Samba dengan mengetikkan perintah berikut ini dalam jendela PuTTY:

    /etc/init.d/samba restart

  5. Buka Windows Explorer, lihat ke bagian Network. WordPress Ubuntu Server kita sudah terlihat dan bisa diakses. Gambar di bawah ini menunjukkan Windows Explorer yang sedang membuka file WORDPRESS/share/var/www, dan membuat sebuah file test.txt untuk mencoba akses tulis ke dalam folder tersebut.

    Sistem berkas WordPress Ubuntu Server dalam Windows Explorer

Selamat! Sampai di sini kita sudah bisa mengakses sistem berkas WordPress Ubuntu Server, menampilkannya dalam Windows Explorer, membuat, dan menyalin berkas dari Windows ke server.

Menyiapkan Database MySQL

WordPress memerlukan database MySQL untuk menyimpan data. Kita tidak perlu meng-instal-nya secara manual karena instalasi Ubuntu server di atas sudah secara otomatis melakukannya. Yang perlu kita lakukan adalah login ke database server MySQL dan membuatkan sebuah database yang akan dipakai oleh WordPress.

Berikut ini langkah-langkah membuat database dalam MySQL:

  1. Dalam jendela PuTTY, ketikkan perintah berikut ini:

    mysql

  2. Kemudian di dalam program mysql, ketikkan perintah-perintah berikut ini:

    create database wordpress;
    create user wpuser identified by 'password';
    grant all on wordpress.* to wpuser@'%';

  3. Kemudian keluar dari program mysql dengan mengetikkan perintah exit;

Selamat! Sampai di sini kita sudah bisa membuat sebuah database MySQL yang akan dipakai dalam WordPress di komputer kita.

Meng-Instal WordPress

Setelah semua infrastruktur pendukungnya siap, saatnya kita sekarang meng-instal WordPress. Unduh terlebih dahulu WordPress terbaru dari alamat berikut ini:

http://wordpress.org/download

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk meng-instal WordPress ke dalam WordPress Ubuntu Server.

  1. Hapus berkas-berkas yang ada dalam folder WORDPRESS/share/var/www. Lalu ekstrak berkas zip dari WordPress hasil unduhan, salin ke WORDPRESS/share/var/www. Kita bisa melakukan langkah ini dari Windows Explorer karena sistem berkas server WordPress kita sudah dikenali dan bisa ditulis dari Windows Explorer.
  2. Di jendela PuTTY, ketikkan perintah berikut ini:

    chmod -R 0777 /var/www

  3. Buka browser, navigasikan ke http://wordpress (tanpa akhiran apa pun). Layar browser kita harusnya menunjukkan gambar seperti ini:

    Memulai instalasi WordPress

  4. Ikuti wizard instalasi WordPress, sampai kita menjumpai layar konfigurasi database seperti terlihat dalam gambar di bawah ini.

    Konfigurasi database pada instalasi WordPress

    Tabel berikut adalah nilai-nilai yang harus diisi dalam form isian di atas:

    Database Name wordpress
    User Name wpuser
    Password password
    Database Host localhost
    Table Prefix wp_
  5. Sampai pada form mengisi judul blog, isilah sesuai dengan keinginan Anda. Selanjutnya informasi user admin WordPress dan password-nya akan ditampilkan dalam sebuah layar dalam wizard instalasi tersebut. Password ini dicetak secara otomatis oleh WordPress. Kita harus menggantinya pada saat kita login sebagai admin. Walaupun bersifat sementara, catat password sementara tersebut jangan sampai lupa.
  6. Buka browser, arahkan ke http://wordpress. Layar berikut ini harusnya ditampilkan dalam browser kita.

    WordPress telah ter-instal di komputer sendiri

SELAMAT! Langkah utama meng-instal WordPress di komputer kita sendiri sudah berhasil kita lakukan!

Dari berbagai sumber.,.,.,.,!!!!

2 Tanggapan

  1. Kok ribet yaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: