KIAT MENGEMBANGKAN POTENSI DIRI

KIAT MENGEMBANGKAN POTENSI DIRI
INGIN naik jabatan dan bisa berkembang dalam kantor pasti menjadi harapan setiap karyawan. Karyawan tentu tak ingin otak dan kreativitas mandek begitu saja lantaran sudah ‘nyaman’ dengan pekerjaan yang selama ini dihadapi. Perasaan itu sah-sah saja menghinggapi diri, karena setiap orang memang harus memiliki keinginan untuk maju.

Kalau memang memiliki potensi yang bagus, atasan tentu tak akan menutup mata untuk mempromosikan Anda ke jenjang yang lebih tinggi. Tapi untuk mewujudkan semua itu butuh proses, dan Anda tidak bisa mendapatkannya secara instan. Mengenai itu, psikolog Bondan Seno Prasetyadi membenarkannya.

Menurut psikolog dari PT Mitra Langgeng Sejati ini, kecerdasan intelektual dan emosi sangat memengaruhi penilaian atasan untuk mengangkat jabatan Anda.

“Bicara tentang promosi dalam hal karier tak lepas dari performance atau kompetisi dari karyawan yang bersangkutan. Dalam hal ini penilaian berdasarkan performance management yang ditetapkan perusahaan adalah berupa komponen intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ),” ucap Bondan saat dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Rabu (5/11/2008).

Dijelaskan pria lulusan Universitas Gunadarma ini, masing-masing penilaian untuk promosi di tiap perusahaan berbeda-beda. Khusus untuk penilaian kecerdasan intelektual, semua hal yang berhubungan dengan IQ seorang karyawan menjadi bahan pertimbangan.

“Secara umum job description, tugas, dan tanggung jawab seorang karyawan tidak hanya tertera secara tertulis saja, di luar itu juga dapat menjadi penilaian. Kenaikan promosi juga dapat dipengaruhi masa kerja dan berapa lama seseorang berproduksi. Tak kalah penting ialah sejauh mana individual development plan yang dimiliki karyawan menjadi pertimbangan perusahaan,” paparnya.

Individual development plan, sambung Bondan, berupa pendidikan, keterampilan, dan pelatihan yang diikuti karyawan.

Individual development plan itu tidak hanya bersifat in house saja, tapi bisa berupa seminar, workshop, atau kursus yang diikuti seorang karyawan. Selain itu penilaian kompetensi yang merupakan keahlian bersifat general atau khusus juga menjadi modal dasar bagi seorang karyawan,” imbuh bapak satu anak ini.

Sementara penilaian kecerdasan emosi, masih menurut Bondan, sangat dipengaruhi faktor kepribadian. Artinya, sejauh mana seorang karyawan dapat adaptable dengan cultur atau value dari perusahaan yang bersangkutan.

“Yang dimaksud dengan EQ adalah bagaimana seorang karyawan memiliki cara, teknik, atau strategi berkomunikasi di dalam sebuah organisasi. Kalau komunikasinya baik, di mana si penerima pesan dapat memahami apa yang diutarakan, maka kesuksesan di dunia kerja bukan hanya impian,” ungkap pria ramah ini.

Karyawan yang memiliki EQ baik biasanya dapat memahami perasaan dan pandangan orang lain, juga memiliki empati dan pendekatan yang baik kepada orang lain di sekitarnya.

“Dengan EQ yang cerdas, seorang karyawan akan mampu diterima di mana saja. Dengan begitu pekerjaannya akan sukses,” tandasnya.

sumber : okezone.com

2 Tanggapan

  1. ok ok biar tambah pinter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: