makalah

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN LEVEL

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN LEVEL

Sering kita sebagai mahasiswa instrumentsi di sibukkan dengan tugas2 mata kuliah yang ada dan salah satu nya yaitu teknik pengendalian. Ada beberapa macam pengendalian yang ada di dalam nya.  Untuk kali ini akan di bahas pengendalian level. Berikut merupakan contoh perancangan sistem pengendalian. Semoga bermanfaat bagi temen2 yang membutuh kan nya.,.,

Perancangan Sistem Pengendalian Level

Iklan
Artikel

BASIC INSTRUMENTATION MEASURING DEVICES AND BASIC PID CONTROL Part 2

BASIC INSTRUMENTATION MEASURING DEVICES AND BASIC PID CONTROL Part 2

DP Transmitter Application
A DP transmitter is used to measure the gas pressure (in gauge scale) inside a vessel. In this case, the low-pressure side of the transmitter is vented to atmosphere and the high-pressure side is connected to the vessel through an isolating valve. The isolating valve facilitates the removal of the transmitter. The output of the DP transmitter is proportional to the gauge pressure of the gas, i.e., 4 mA when pressure is 20 kPa and 20 mA when pressure is 30 kPa.

2.1.6 Strain Gauges
The strain gauge is a device that can be affixed to the surface of an object to detect the force applied to the object. One form of the strain gauge is a metal wire of very small diameter that is attached to the surface of a device being monitored. For a metal, the electrical resistance will increase as the length of the metal increases or as the cross sectional diameter decreases. When force is applied as indicated in Figure 8, the overall length of the wire tends to increase while the cross-sectional area decreases. The amount of increase in resistance is proportional to the force that produced the change in length and area. The output of the strain gauge is a change in resistance that can be measured by the input circuit of an amplifier. Strain gauges can be bonded to the surface of a pressure capsule or to a force bar positioned by the measuring element. Shown in Figure 9 (next page) is a strain gauge that is bonded to a force beam inside the DP capsule. The change in the process pressure will cause a resistive change in the strain gauges, which is then used to produce a 4-20 mA signal.

2.1.7 Capacitance Capsule
Similar to the strain gauge, a capacitance cell measures changes in electrical characteristic. As the name implies the capacitance cell measures changes in capacitance. The capacitor is a device that stores electrical charge. It consists of metal plates separated by an electrical insulator. The metal plates are connected to an external electrical circuit through which electrical charge can be transferred from one metal plate to the other. The capacitance of a capacitor is a measure of its ability to store charge. The capacitance of the capacitance of a capacitor is directly proportional to the area of the metal plates and inversely proportional to the distance between them. It also depends on a characteristic of the insulating material between them. This characteristic, called permittivity is a measure of how well the insulating material increases the ability of the capacitor to store charge.

Lanjutkan membaca “BASIC INSTRUMENTATION MEASURING DEVICES AND BASIC PID CONTROL Part 2”

Artikel

BASIC INSTRUMENTATION MEASURING DEVICES AND BASIC PID CONTROL Part 1

BASIC INSTRUMENTATION MEASURING DEVICES AND BASIC PID CONTROL Part 1

Instrumentation is the art of measuring the value of some plant parameter, pressure, flow, level or temperature to name a few and supplying a signal that is proportional to the measured parameter. The output signals are standard signal and can then be processed by other equipment to provide indication, alarms or automatic control. There are a number of standard signals; however, those most common in a CANDU plant are the 4-20 mA electronic signal and the 20-100 kPa pneumatic signal. This section of the course is going to deal with the instrumentation equipment normal used to measure and provide signals. We will look at the measurement of five parameters: pressure, flow, level, temperature, and neutron flux.

2.1 PRESSURE MEASUREMENT
This module will examine the theory and operation of pressure detectors (bourdon tubes, diaphragms, bellows, forced balance and variable capacitance). It also covers the variables of an operating environment (pressure, temperature) and the possible modes of failure.

2.1.1 General Theory

Pressure is probably one of the most commonly measured variables in the power plant. It includes the measurement of steam pressure; feed water pressure, condenser pressure, lubricating oil pressure and many more. Pressure is actually the measurement of force acting on area of surface. We could represent this as: The units of measurement are either in pounds per square inch (PSI) in British units or Pascals (Pa) in metric. As one PSI is approximately 7000 Pa, we often use kPa and MPa as units of pressure.

Lanjutkan membaca “BASIC INSTRUMENTATION MEASURING DEVICES AND BASIC PID CONTROL Part 1”

Artikel

LEVEL MEASUREMENT

LEVEL MEASUREMENT

Level is one of the many variables encountered in industries such as temperature (temperature), pressure (pressure) and flow (flow). Therefore, the level of measurement is one of the important things in relation to the overall sustainability of the process. Failure level measurements may result in failure of a process or may even cause harmful factor for safety. Some examples of instruments relating to the measurement of the level shown in Figure 1.


Basic principles.
In general, the level of measurement is always based on the determination of boundary (interface) of two different fluid. For example between a fluid liquid with another liquid fluid, the fluid is a liquid with gas / vapor or gas between the gas fluid. By knowing where the limit is, then the level of fluid in question will be known.

Level measurement method.
There are several ways that can be used to measure the level of which is:
Lanjutkan membaca “LEVEL MEASUREMENT”

Artikel

CARA MENGKAJI P&ID

CARA MENGKAJI PIPING & INSTRUMENTATION DIAGRAM

Oleh: Cahyo Hardo Priyoasmoro
Moderator Milis Migas Indonesia
Bidang Keahlian Process Engineering

PENDAHULUAN

Menurut hemat saya, selama bekerja di operasi produksi pabrik minyak dan gas bumi industri hulu, terlihat bahwa kekurangsempurnaan seseorang dalam mengartikan gambar P&ID terletak pada pengetahuan yang kurang terhadap unit operasi, keterkaitan antar unit operasi, plant safety, serta perhatian detil pada catatan-catatan kaki di P&ID itu sendiri. Tidak dimengertinya atau tidak dibacanya Process Flow Diagram atau PFD juga merupakan faktor penyumbang yang cukup significant.
Tulisan ini diperuntukkan bagi mereka yang bekerja di front line operation, para operator, para process engineer, operation engineer, dan mereka yang berminat terhadap surface facility operation. Diusahakan dalam tulisan ini, seminimal mungkin menghilangkan hal-hal yang terlalu teknik karena konsumen utamanya adalah para operator dan pekerja lapangan.
Di dalam tulisan ini, ada beberapa tebakan yang memancing para pembaca untuk berpikir. Diusahakan tebakannya adalah hal-hal praktis yang akan ditemui di lapangan. Jawaban tebakan ini ada di halaman akhir tulisan.
Beberapa bagian dari tulisan ini pernah dipublikasikan di Milis Migas Indonesia, ataupun milis Teknik Kimia ITB, hanya saja sedikit diubah guna mendukung tema dari tulisan ini.
Semoga berguna dan tiada maksud untuk menggurui.

Salam, Cahyo Hardo

Lanjutkan membaca “CARA MENGKAJI P&ID”

Artikel

contoh abstrak

KETERAMPILAN PENGOPERASIAN LEVEL
TRANSMITTE
R MENNGUNAKAN DIFFERENTIAL PRESSURE (D/P) PADA BOILER DRUM AND HEAT EXCHANGER PROCESS CONTROL TRAINING SYSTEM

Nama Mahasiswa 1 : Thathit Dwi Sasongko
NRP : 2407.030.021
Program Studi : DIII Teknik Instrumentasi
Jurusan : Teknik Fisika FTI-ITS
Dosen Pembimbing : Dr.Bambang L.W. ST. MT

Abstrak
Pusdiklat Migas Cepu sebagai instansi pemerintah penyelenggara pelatihan dan studi bidang pertambangan, minyak dan gas bumi memiliki process control training system. Dari pengukuran level pada boiler drum terjadi kesalahan pada level transmitter karena hasil output tidak sesuai dengan yang diinginkan yang akan mempengaruhi kerja dari boiler drum and heat exchanger. Untuk mengatasi masalah ini dilakukan pengkalibrasian level transmitter. Dengan cara membandingkan masukan pada tekanan tinggi dan tekanan rendah. Besaran-besaran fisis dari proses akan dikonversikan ke besaran sinyal standar pneumatik 3psi menunjukkan nilai manipulated variable (MV) berupa bukaan valve 0%-50% sedangkan 15psi menunjukkan nilai MV 60%-100%. Transmitter yang telah dikalibrasi akan digunakan untuk pengoperasian level pada boiler drum and heat exchanger. Dengan demikian level pada boiler drum and heat exchanger dapat dioperasikan dengan baik.

Kata kunci : level transmitter, differential pressure.

umum

MODUL PRAKTIKUM PENGENDALIAN

MODUL PRAKTIKUM PENGENDALIAN

BAB I
DASAR TEORI

1. Konsep Sistem Pengendalian Suatu Proses
Instrumentasi merupakan device atau peralatan yang digunakan untuk menunjang sebuah sistem dalam menjalankan proses tertentu untuk tujuan tertentu pula. Setiap kegiatan proses dalam sebuah system di industri senantiasa membutuhkan peralatan–peralatan otomatis untuk mengendalikan parameter–parameter prosesnya. Otomatisasi tidak saja diperlukan demi kelancaran operasi, keamanan, ekonomi, maupun mutu produk, tetapi lebih mengutamakan pada kepentingan penggunaan manusia (user) sebagai kontrol manual, kecepatan, kualitas, serta kuantitas yang dihasilkan dibandingkan dengan menggunakan kontrol manual, dalam hal ini manusia sebagai pengendali dan pelaku keputusan. Hampir semua proses industri dalam menjalankan proses produksinya membutuhkan bantuan sistem pengendali, contohnya pengendalian di suatu proses pengilangan minyak. Proses di suatu pengilangan minyak tidak mungkin dapat dijalankan tanpa bantuan fungsi sistem pengendalian. Ada banyak pengendalian yang harus dikendalikan di dalam suatu proses. Diantaranya yang paling umum, adalah tekanan (pressure) didalam sebuah vessel atau pipa, aliran (flow) didalam pipa, suhu (temperature) di unit proses seperti heat exchanger, atau permukaan zat cair (level) disebuah tangki. Ada beberapa parameter lain diluar keempat elemen diatas yang cukup penting juga dan juga perlu dikendalikan karena kebutuhan spesifik proses, diantaranya : pH, Velocity, berat, lain sebagainya.
Gabungan serta kerja alat–alat pengendali otomatis itulah yang dinamai dengan sistem pengendalian proses (proses control system). Sedangkan semua peralatan yang membentuk sistem pengendali disebut Instrumentasi pengendali proses (process control instrumentation). Dan sekarang tidak lagi memakai pe-ngendalian manual kontrol tetapi masih tetap dipakai pada beberapa aplikasi ter-tentu. Untuk itu, sistem dibuat otomatis peran operator didalam sistem pengen-dalian manual digantikan oleh sebuah alat yang disebut controller. Tugas pelaksana keputusan (aksi control valve) tidak lagi dilakukan oleh operator (manusia), tetapi atas perintah controller yang operasinya dikendalikan oleh user. Untuk keperluan pengendalian otomatis, valve harus dilengkapi dengan alat yang disebut actuator, sehingga unit valve sekarang menjadi unit yang disebut control valve. Semua peralatan pengendalian inilah (controller dan control valve) yang disebut sebagai instrumentasi pengendali proses.

Pengendalian pada umumnya menghendaki proses berjalan dengan stabil. Proses yang stabil merupakan sebuah proses dimana besarnya setpoint sama dengan besarnya meassurment variabel, sehingga error sama dengan nol. Error yang sama dengan nol ini dapat mengakibatkan tidak adanya manipulated variabel untuk membuka atau menutup valve yang menjadikan sebuah proses yang berjalan secara kontinyu tanpa gangguan. Namun pada kenyatannya perubahan load, kinerja mekanik instrument, perubahan setpoint dan faktor – faktor lain yang dapat mengakibatkan suatu proses tidak stabil. Hal ini lazim terjadi pada suatu sistem pengendalian, sehingga perlu sebuah controller untuk mengendalikan suatu proses agar dapat kembali ke posisi stabil.

Lanjutkan membaca “MODUL PRAKTIKUM PENGENDALIAN”

umum

Kontroler Proposional plus Integral plus Derivatif

Kontroler Proposional plus Integral plus Derivatif

Dasar Rasionil
Mengapa penting bagi anda untuk mempelajari pelajaran ini?
Kontroler Proporsional + Integral + Derivatif, dapat berupa pneumatik, electronik analog, digital atau algorithma didalam prosesor DCS adalah mode kontroler yang lebih komplek. Materi yang ada pada modul ini akan membantu siswa untuk dapat mendefinisikan pemakaian, batasan kelebihan dan kelemahan kontroler P+I+D.
Tujuan Pelajaran

Lanjutkan membaca “Kontroler Proposional plus Integral plus Derivatif”

umum

Kontroler Proporsional plus Integral

Kontroler Proporsional plus Integral

Dasar Rasionil
Mengapa penting bagi anda untuk mempelajari pelajaran ini?
Kontroler P + I, bisa berupa pneumatic, elektronik, digital atau sebuah algoritma didalam prosesor DCS merupakan kontroler fundamental yang banyak dipakai di lup pengontrolan. Materi yang ada pada modul ini akan membantu siswa dapat mendefinisikan pemakaian, batasan, kelebihan dan kelemahan kontroler P + I.
Tujuan Pelajaran
Pada saat anda menyelesaikan modul ini, anda akan dapat….
Dengan mempelajari secara lengkap dan sukses pada unit ini siswa akan lebih mengenal tentang prinsip kerja kontroler P + I. Siswa akan dapt mengetahui tentang terminologi yang berhubungan dengan tipe

Lanjutkan membaca “Kontroler Proporsional plus Integral”

umum

Kontroler Proporsional

Kontroler Proporsional

Dasar Rasionil
Mengapa penting bagi anda untuk mempelajari pelajaran ini?
Kontroler Proporsional bisa berupa pneumatik, elektronik analog, digital atau algoritma didalam prosesor DCS merupakan kontroler fundamental yang banyak dipakai di lup pengontrolan. Materi dalam modul ini akan membantu siswa untuk dapat mendefinisikan penggunaan, batasan, kelebihan dan kelemahan kontroler proporsional.
Tujuan Pelajaran
Pada saat anda menyelesaikan modul ini, anda akan dapat….
Dengan mempelajari secara lengkap dan sukses pada unit ini siswa akan lebih mengenal tentang prinsip kerja kontroler proporsional. Siswa akan memahami fungsi komponen-komponen yang ada pada kontroler juga terminologi yang berhubungan dengan kontrol proporsional. Siswa perlu melakukan perhitungan output kontroler.
Tujuan Sasaran

Lanjutkan membaca “Kontroler Proporsional”