makalah

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN LEVEL

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN LEVEL

Sering kita sebagai mahasiswa instrumentsi di sibukkan dengan tugas2 mata kuliah yang ada dan salah satu nya yaitu teknik pengendalian. Ada beberapa macam pengendalian yang ada di dalam nya.  Untuk kali ini akan di bahas pengendalian level. Berikut merupakan contoh perancangan sistem pengendalian. Semoga bermanfaat bagi temen2 yang membutuh kan nya.,.,

Perancangan Sistem Pengendalian Level

makalah

JURNAL PRAKTIKUM PENGENDALIAN ON-OFF

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam suatu pengendalian proses dikenal berbagai jenis cara  salah satunya adalah proses pengendalian on-off. Pada proses pengendalian jenis ini hanya akan terdapat 2 jenis outputan yaitu bersifat low dan high. Proses penendalian ini apabila digunakan untuk mengendalikan buka tutup control valve maka bukaan control valve hanya akan bisa 0% atau 100%..Syarat utama untuk memakainya adalah bukan untuk menghemat biaya pembelian unit controller melainkan karena proses memang tidak dapat mentolelir fluktuasi process variable pada batas-batas kerja pengendali on-off.

1.2 Permasalahan

Dalam praktikum tentang pengendalian on-off ini terdapat beberapa permasalahan yaitu sebagai berikut :

  1. Peralatan yang harus dikalibrasi ulang
  2. Indikator yang kurang akurat
  3. Tingkat sensitivitas dan resolusi peralatan yang masih kurang

Lanjutkan membaca “JURNAL PRAKTIKUM PENGENDALIAN ON-OFF”

Artikel

CARA MENGKAJI P&ID

CARA MENGKAJI PIPING & INSTRUMENTATION DIAGRAM

Oleh: Cahyo Hardo Priyoasmoro
Moderator Milis Migas Indonesia
Bidang Keahlian Process Engineering

PENDAHULUAN

Menurut hemat saya, selama bekerja di operasi produksi pabrik minyak dan gas bumi industri hulu, terlihat bahwa kekurangsempurnaan seseorang dalam mengartikan gambar P&ID terletak pada pengetahuan yang kurang terhadap unit operasi, keterkaitan antar unit operasi, plant safety, serta perhatian detil pada catatan-catatan kaki di P&ID itu sendiri. Tidak dimengertinya atau tidak dibacanya Process Flow Diagram atau PFD juga merupakan faktor penyumbang yang cukup significant.
Tulisan ini diperuntukkan bagi mereka yang bekerja di front line operation, para operator, para process engineer, operation engineer, dan mereka yang berminat terhadap surface facility operation. Diusahakan dalam tulisan ini, seminimal mungkin menghilangkan hal-hal yang terlalu teknik karena konsumen utamanya adalah para operator dan pekerja lapangan.
Di dalam tulisan ini, ada beberapa tebakan yang memancing para pembaca untuk berpikir. Diusahakan tebakannya adalah hal-hal praktis yang akan ditemui di lapangan. Jawaban tebakan ini ada di halaman akhir tulisan.
Beberapa bagian dari tulisan ini pernah dipublikasikan di Milis Migas Indonesia, ataupun milis Teknik Kimia ITB, hanya saja sedikit diubah guna mendukung tema dari tulisan ini.
Semoga berguna dan tiada maksud untuk menggurui.

Salam, Cahyo Hardo

Lanjutkan membaca “CARA MENGKAJI P&ID”

umum

MODUL PRAKTIKUM PENGENDALIAN

MODUL PRAKTIKUM PENGENDALIAN

BAB I
DASAR TEORI

1. Konsep Sistem Pengendalian Suatu Proses
Instrumentasi merupakan device atau peralatan yang digunakan untuk menunjang sebuah sistem dalam menjalankan proses tertentu untuk tujuan tertentu pula. Setiap kegiatan proses dalam sebuah system di industri senantiasa membutuhkan peralatan–peralatan otomatis untuk mengendalikan parameter–parameter prosesnya. Otomatisasi tidak saja diperlukan demi kelancaran operasi, keamanan, ekonomi, maupun mutu produk, tetapi lebih mengutamakan pada kepentingan penggunaan manusia (user) sebagai kontrol manual, kecepatan, kualitas, serta kuantitas yang dihasilkan dibandingkan dengan menggunakan kontrol manual, dalam hal ini manusia sebagai pengendali dan pelaku keputusan. Hampir semua proses industri dalam menjalankan proses produksinya membutuhkan bantuan sistem pengendali, contohnya pengendalian di suatu proses pengilangan minyak. Proses di suatu pengilangan minyak tidak mungkin dapat dijalankan tanpa bantuan fungsi sistem pengendalian. Ada banyak pengendalian yang harus dikendalikan di dalam suatu proses. Diantaranya yang paling umum, adalah tekanan (pressure) didalam sebuah vessel atau pipa, aliran (flow) didalam pipa, suhu (temperature) di unit proses seperti heat exchanger, atau permukaan zat cair (level) disebuah tangki. Ada beberapa parameter lain diluar keempat elemen diatas yang cukup penting juga dan juga perlu dikendalikan karena kebutuhan spesifik proses, diantaranya : pH, Velocity, berat, lain sebagainya.
Gabungan serta kerja alat–alat pengendali otomatis itulah yang dinamai dengan sistem pengendalian proses (proses control system). Sedangkan semua peralatan yang membentuk sistem pengendali disebut Instrumentasi pengendali proses (process control instrumentation). Dan sekarang tidak lagi memakai pe-ngendalian manual kontrol tetapi masih tetap dipakai pada beberapa aplikasi ter-tentu. Untuk itu, sistem dibuat otomatis peran operator didalam sistem pengen-dalian manual digantikan oleh sebuah alat yang disebut controller. Tugas pelaksana keputusan (aksi control valve) tidak lagi dilakukan oleh operator (manusia), tetapi atas perintah controller yang operasinya dikendalikan oleh user. Untuk keperluan pengendalian otomatis, valve harus dilengkapi dengan alat yang disebut actuator, sehingga unit valve sekarang menjadi unit yang disebut control valve. Semua peralatan pengendalian inilah (controller dan control valve) yang disebut sebagai instrumentasi pengendali proses.

Pengendalian pada umumnya menghendaki proses berjalan dengan stabil. Proses yang stabil merupakan sebuah proses dimana besarnya setpoint sama dengan besarnya meassurment variabel, sehingga error sama dengan nol. Error yang sama dengan nol ini dapat mengakibatkan tidak adanya manipulated variabel untuk membuka atau menutup valve yang menjadikan sebuah proses yang berjalan secara kontinyu tanpa gangguan. Namun pada kenyatannya perubahan load, kinerja mekanik instrument, perubahan setpoint dan faktor – faktor lain yang dapat mengakibatkan suatu proses tidak stabil. Hal ini lazim terjadi pada suatu sistem pengendalian, sehingga perlu sebuah controller untuk mengendalikan suatu proses agar dapat kembali ke posisi stabil.

Lanjutkan membaca “MODUL PRAKTIKUM PENGENDALIAN”

umum

Kontroler Proposional plus Integral plus Derivatif

Kontroler Proposional plus Integral plus Derivatif

Dasar Rasionil
Mengapa penting bagi anda untuk mempelajari pelajaran ini?
Kontroler Proporsional + Integral + Derivatif, dapat berupa pneumatik, electronik analog, digital atau algorithma didalam prosesor DCS adalah mode kontroler yang lebih komplek. Materi yang ada pada modul ini akan membantu siswa untuk dapat mendefinisikan pemakaian, batasan kelebihan dan kelemahan kontroler P+I+D.
Tujuan Pelajaran

Lanjutkan membaca “Kontroler Proposional plus Integral plus Derivatif”

umum

Kontroler Proporsional plus Integral

Kontroler Proporsional plus Integral

Dasar Rasionil
Mengapa penting bagi anda untuk mempelajari pelajaran ini?
Kontroler P + I, bisa berupa pneumatic, elektronik, digital atau sebuah algoritma didalam prosesor DCS merupakan kontroler fundamental yang banyak dipakai di lup pengontrolan. Materi yang ada pada modul ini akan membantu siswa dapat mendefinisikan pemakaian, batasan, kelebihan dan kelemahan kontroler P + I.
Tujuan Pelajaran
Pada saat anda menyelesaikan modul ini, anda akan dapat….
Dengan mempelajari secara lengkap dan sukses pada unit ini siswa akan lebih mengenal tentang prinsip kerja kontroler P + I. Siswa akan dapt mengetahui tentang terminologi yang berhubungan dengan tipe

Lanjutkan membaca “Kontroler Proporsional plus Integral”

umum

Kontroler Proporsional

Kontroler Proporsional

Dasar Rasionil
Mengapa penting bagi anda untuk mempelajari pelajaran ini?
Kontroler Proporsional bisa berupa pneumatik, elektronik analog, digital atau algoritma didalam prosesor DCS merupakan kontroler fundamental yang banyak dipakai di lup pengontrolan. Materi dalam modul ini akan membantu siswa untuk dapat mendefinisikan penggunaan, batasan, kelebihan dan kelemahan kontroler proporsional.
Tujuan Pelajaran
Pada saat anda menyelesaikan modul ini, anda akan dapat….
Dengan mempelajari secara lengkap dan sukses pada unit ini siswa akan lebih mengenal tentang prinsip kerja kontroler proporsional. Siswa akan memahami fungsi komponen-komponen yang ada pada kontroler juga terminologi yang berhubungan dengan kontrol proporsional. Siswa perlu melakukan perhitungan output kontroler.
Tujuan Sasaran

Lanjutkan membaca “Kontroler Proporsional”